Cileunyi – Aktivitas pembangunan di tengah masyarakat tentu diharapkan dapat berjalan dengan aman dan lancar. Selain memperhatikan proses pembangunan, kondisi keamanan di sekitar lokasi juga menjadi hal penting agar para pekerja maupun masyarakat tidak merasa terganggu.
Hal tersebut menjadi perhatian Bhabinkamtibmas Desa Cileunyi Kulon, Polsek Cileunyi, Polresta Bandung, Aiptu Juju Jumara, bersama Babinsa Koramil 2413/Cilengkrang, Peltu Aat Sapaat, saat melaksanakan pengecekan dan kontrol proyek pembangunan di Kp. Tanjakan Muncang, Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Rabu (2/9/2026)
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat sekaligus memastikan situasi di sekitar proyek tetap aman, tertib, dan kondusif.
Selain melakukan pemantauan terhadap kondisi lingkungan, kegiatan ini juga menjadi langkah preventif untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan keamanan, termasuk praktik premanisme yang dapat meresahkan pekerja maupun pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembangunan.
Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Juju Jumara bersama Peltu Aat Sapaat melakukan pengecekan secara langsung terhadap situasi di sekitar lokasi pembangunan.
Keduanya memastikan aktivitas yang berlangsung di lokasi dapat berjalan dengan baik tanpa adanya gangguan keamanan yang berpotensi menghambat proses pekerjaan.
Pengecekan dilakukan dengan melihat kondisi lingkungan sekitar sekaligus membangun komunikasi dengan pihak-pihak yang berada di lokasi.
Pendekatan seperti ini penting dilakukan agar aparat dapat mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan. Jika terdapat persoalan atau potensi gangguan, diharapkan dapat diketahui sejak awal sehingga langkah antisipasi dapat segera dilakukan.
Kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga memberikan pesan bahwa aparat keamanan memiliki perhatian terhadap aktivitas pembangunan yang berlangsung di wilayah binaannya.
Salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut adalah mengantisipasi kemungkinan terjadinya praktik premanisme di sekitar lokasi proyek.
Premanisme dapat muncul dalam berbagai bentuk dan berpotensi menimbulkan keresahan apabila dibiarkan. Karena itu, upaya pencegahan sejak dini menjadi salah satu langkah yang penting.
Aiptu Juju Jumara bersama Peltu Aat Sapaat memastikan agar aktivitas pembangunan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan tindakan yang dapat merugikan pekerja, pelaksana pembangunan, maupun masyarakat sekitar.
Pemantauan secara langsung juga diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada para pekerja sehingga mereka dapat menjalankan tugasnya dengan tenang.
Di sisi lain, komunikasi dengan masyarakat sekitar juga menjadi bagian penting. Warga diharapkan ikut menjaga situasi lingkungan dan segera menyampaikan kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan atau tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan.
Kegiatan yang dilakukan Bhabinkamtibmas dan Babinsa tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergitas TNI-Polri dalam menjaga keamanan wilayah.
Kolaborasi antara kepolisian dan TNI tidak hanya terlihat dalam kegiatan pengamanan berskala besar. Di tingkat lingkungan, sinergitas tersebut juga diwujudkan melalui kegiatan sambang, pengecekan lokasi, komunikasi dengan masyarakat, hingga pemantauan berbagai aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.
Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang berada dekat dengan masyarakat memiliki peran strategis dalam mengetahui perkembangan situasi di wilayah binaannya.
Dengan komunikasi yang terbangun secara rutin, berbagai persoalan diharapkan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat sekitar juga diharapkan tidak takut untuk menyampaikan informasi kepada aparat keamanan apabila menemukan adanya tindakan yang mengarah pada gangguan kamtibmas.
Keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan karena warga merupakan pihak yang setiap hari berada dan beraktivitas di lingkungan tersebut.
Apabila masyarakat melihat adanya tindakan yang mencurigakan, pemaksaan, intimidasi, pungutan yang tidak semestinya, ataupun bentuk gangguan keamanan lainnya, informasi tersebut dapat segera disampaikan kepada Bhabinkamtibmas, Babinsa, maupun kepolisian.
Dengan adanya komunikasi yang cepat, aparat dapat mengambil langkah sesuai dengan situasi dan ketentuan yang berlaku.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembangunan yang tidak hanya aman bagi pekerja, tetapi juga nyaman bagi masyarakat di sekitarnya.
Keamanan menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran sebuah proyek pembangunan. Ketika situasi di sekitar lokasi kondusif, para pekerja dapat menjalankan aktivitasnya dengan lebih tenang dan proses pembangunan pun dapat berlangsung tanpa gangguan.
Karena itu, kehadiran aparat keamanan secara berkala di lokasi proyek bukan semata-mata untuk melakukan pengawasan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan menciptakan rasa aman.
Aiptu Juju Jumara dan Peltu Aat Sapaat terus mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi antara pihak pelaksana pembangunan, pekerja, masyarakat sekitar, serta unsur keamanan.
Jika seluruh pihak dapat saling bekerja sama, potensi gangguan keamanan dapat diminimalkan.
Kegiatan pengecekan proyek pembangunan di Kp. Tanjakan Muncang juga menjadi gambaran pendekatan preventif yang dilakukan jajaran Polsek Cileunyi.
Kepolisian tidak hanya hadir setelah terjadi gangguan keamanan. Sebaliknya, upaya pencegahan terus dilakukan dengan mendatangi lokasi-lokasi yang memiliki aktivitas masyarakat dan berpotensi membutuhkan perhatian dari sisi keamanan.
Melalui kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas dapat mengetahui kondisi wilayah secara langsung sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat.
Kehadiran aparat diharapkan memberikan pesan bahwa keamanan merupakan kepentingan bersama dan setiap pihak mempunyai peran dalam menjaganya.
Dengan demikian, kegiatan pembangunan dapat berjalan secara aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi untuk kepentingan yang dapat merugikan orang lain.
Upaya menjaga kamtibmas pada akhirnya tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak. Kepolisian, TNI, pemerintah desa, pelaksana pembangunan, pekerja, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menjaga lingkungan tetap aman.
Sinergitas seperti yang dilakukan Aiptu Juju Jumara bersama Peltu Aat Sapaat diharapkan terus terpelihara dan menjadi bagian dari upaya menjaga kondusivitas wilayah Kecamatan Cileunyi.
Kegiatan pengecekan dan kontrol proyek secara berkala juga menjadi salah satu bentuk kepedulian aparat terhadap aktivitas masyarakat sekaligus upaya memastikan pembangunan dapat berlangsung tanpa gangguan.
Kapolresta Bandung Kombes Pol. Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., C.P.H.R., melalui Kapolsek Cileunyi AKP Anggy Prasetiyo, S.T.K., S.I.K., M.H., M.I.K., terus mendorong jajaran Bhabinkamtibmas untuk aktif hadir di tengah masyarakat, melakukan pemantauan wilayah, membangun komunikasi, serta mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan sejak dini.
Kapolsek Cileunyi menegaskan bahwa sinergitas antara TNI-Polri dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Menurutnya, kegiatan pengecekan di lokasi pembangunan juga merupakan langkah preventif untuk memastikan aktivitas masyarakat berjalan dengan baik sekaligus mencegah munculnya praktik-praktik yang dapat meresahkan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Apabila terdapat potensi gangguan, termasuk tindakan yang mengarah pada premanisme, jangan ragu untuk segera menyampaikan informasi kepada aparat keamanan agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” pungkas Kapolsek Cileunyi.




