Cileunyi – Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan yang berlangsung secara formal. Terkadang, obrolan sederhana sambil duduk santai justru menjadi cara efektif bagi aparat untuk mengetahui kondisi lingkungan dan mendengar langsung apa yang dirasakan masyarakat.
Hal tersebut dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Cibiru Hilir, Polsek Cileunyi, Polresta Bandung, Aiptu Asep Sobar Lesmana, saat melaksanakan kegiatan sambang warga di Jl. Ranca Maung RT 07/07, Desa Cibiru Hilir, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Rabu (1/9/2026)
Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Asep Sobar Lesmana menyempatkan diri duduk dan ngopi bersama warga. Suasana berlangsung santai dan penuh keakraban. Di sela-sela obrolan ringan, Bhabinkamtibmas memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap informasi mengenai situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang sedang berkembang di wilayah binaannya.
Bagi sebagian orang, duduk sambil menikmati secangkir kopi mungkin hanya menjadi aktivitas sederhana untuk mengisi waktu luang. Namun bagi Bhabinkamtibmas, momen tersebut dapat menjadi ruang komunikasi yang sangat berarti.
Dengan suasana yang tidak terlalu formal, warga menjadi lebih leluasa menyampaikan informasi maupun berbagai hal yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Aiptu Asep Sobar Lesmana pun tidak hanya memberikan imbauan, tetapi lebih banyak mendengarkan. Ia menggali informasi dari warga terkait kondisi lingkungan, aktivitas masyarakat, serta perkembangan situasi yang berhubungan dengan kamtibmas.
Cara seperti ini menjadi bagian dari pendekatan kepolisian yang mengedepankan komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat.
Sebab, informasi mengenai kondisi lingkungan sering kali lebih cepat diketahui oleh warga yang tinggal di wilayah tersebut. Karena itu, komunikasi antara Bhabinkamtibmas dengan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam upaya menjaga keamanan.
Dalam suasana santai tersebut, Aiptu Asep Sobar Lesmana menyerap berbagai informasi yang berkembang di lingkungan masyarakat Desa Cibiru Hilir.
Kegiatan sambang juga menjadi kesempatan bagi Bhabinkamtibmas untuk mengetahui apakah terdapat persoalan yang membutuhkan perhatian atau tindak lanjut dari kepolisian.
Tidak semua persoalan yang muncul di tengah masyarakat langsung menjadi gangguan keamanan. Namun, dengan mengetahui perkembangan situasi sejak awal, aparat dapat melakukan langkah antisipasi apabila diperlukan.
Pola komunikasi seperti ini juga membantu membangun hubungan yang lebih dekat antara polisi dengan masyarakat. Warga tidak hanya melihat polisi sebagai petugas yang datang ketika terjadi masalah, tetapi juga sebagai mitra yang siap mendengarkan dan membantu menjaga lingkungan.
Kegiatan sambang merupakan salah satu cara bagi Bhabinkamtibmas untuk mengetahui kondisi wilayah binaannya secara langsung.
Dengan turun ke lapangan dan berinteraksi dengan warga, informasi yang diperoleh tidak hanya berasal dari laporan formal, tetapi juga dari percakapan sehari-hari.
Dari obrolan tersebut, polisi dapat mengetahui dinamika masyarakat, berbagai aktivitas yang berlangsung di lingkungan, maupun hal-hal yang menjadi perhatian warga.
Pendekatan ini juga memungkinkan terjalinnya komunikasi dua arah. Polisi dapat menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, sementara masyarakat mempunyai ruang untuk menyampaikan informasi maupun masukan.
Kedekatan semacam itu diharapkan dapat menciptakan rasa saling percaya sehingga masyarakat tidak ragu untuk berkomunikasi dengan aparat kepolisian.
Selain menyerap informasi, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah warga juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.
Keamanan tidak mungkin hanya dibebankan kepada aparat. Masyarakat memiliki peran yang sangat penting karena warga merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya.
Karena itu, masyarakat diharapkan tetap menjaga kepedulian terhadap kondisi sekitar dan tidak segan menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya situasi yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.
Sikap saling mengenal dan saling peduli antarwarga juga menjadi modal penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Jika komunikasi antarwarga berjalan baik dan didukung komunikasi dengan Bhabinkamtibmas, berbagai potensi persoalan diharapkan dapat diketahui lebih cepat.
Kehadiran Aiptu Asep Sobar Lesmana melalui kegiatan sambang menunjukkan bahwa peran Bhabinkamtibmas tidak hanya sebatas menjaga keamanan secara langsung.
Bhabinkamtibmas juga menjadi penghubung antara masyarakat dengan kepolisian. Ketika warga memiliki informasi atau persoalan yang berkaitan dengan kamtibmas, Bhabinkamtibmas dapat menjadi salah satu pintu komunikasi untuk menyampaikan hal tersebut.
Oleh karena itu, kegiatan sambang dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan dialogis. Tidak harus selalu dalam suasana resmi, komunikasi dapat dilakukan di mana saja selama dapat menciptakan ruang yang nyaman bagi masyarakat untuk berbicara.
Momen ngopi bersama warga di Jl. Ranca Maung menjadi salah satu contoh sederhana bagaimana kedekatan polisi dengan masyarakat dapat dibangun dari aktivitas sehari-hari.
Salah satu manfaat penting dari kegiatan sambang adalah membantu kepolisian melakukan deteksi dini terhadap perkembangan situasi kamtibmas.
Informasi kecil yang disampaikan masyarakat dapat menjadi bahan bagi aparat untuk memahami kondisi wilayah secara lebih menyeluruh.
Karena itu, masyarakat diharapkan tidak menganggap remeh informasi yang berkaitan dengan keamanan lingkungan. Apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan atau mengetahui adanya persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban, masyarakat dapat segera berkomunikasi dengan Bhabinkamtibmas maupun kepolisian.
Dengan komunikasi yang cepat, berbagai potensi gangguan diharapkan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Kegiatan sambang dan ngopi bersama warga tersebut menjadi gambaran bahwa membangun keamanan tidak selalu membutuhkan cara yang rumit.
Terkadang, duduk bersama, mendengarkan cerita warga, dan membangun komunikasi secara langsung sudah menjadi langkah penting dalam menciptakan hubungan yang harmonis antara polisi dan masyarakat.
Bagi masyarakat, kehadiran Bhabinkamtibmas juga memberikan rasa bahwa mereka tidak berjalan sendiri dalam menjaga keamanan lingkungan.
Sementara bagi kepolisian, interaksi langsung tersebut menjadi sumber informasi berharga untuk mengetahui perkembangan situasi di wilayah binaan.
Dengan hubungan yang semakin dekat, diharapkan masyarakat semakin percaya dan tidak ragu untuk menjadi mitra kepolisian dalam menjaga kamtibmas.
Kapolresta Bandung Kombes Pol. Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., C.P.H.R., melalui Kapolsek Cileunyi AKP Anggy Prasetiyo, S.T.K., S.I.K., M.H., M.I.K., terus mendorong jajaran Bhabinkamtibmas untuk aktif turun ke wilayah binaan, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta menyerap berbagai informasi yang berkembang di lingkungan.
Menurut Kapolsek Cileunyi, kedekatan antara polisi dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Melalui komunikasi yang dilakukan secara langsung dan humanis, berbagai persoalan diharapkan dapat diketahui sejak dini sekaligus menjadi bahan untuk menentukan langkah pencegahan yang tepat.
“Kami terus mendorong Bhabinkamtibmas agar hadir dan dekat dengan masyarakat. Tidak harus selalu dalam suasana formal, komunikasi bisa dibangun melalui kegiatan sederhana seperti duduk bersama dan berbincang santai. Dari komunikasi tersebut, kita bisa mengetahui kondisi wilayah sekaligus membangun kepercayaan dengan masyarakat,” pungkas Kapolsek Cileunyi.




