PAMEKASAN, MATA-PERISTIWA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menegaskan pentingnya peran Nahdlatul Ulama (NU) sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat harmoni masyarakat, serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, saat membuka Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) NU Pamekasan pada Minggu pagi. Dalam kesempatan tersebut, bupati menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran pengurus dan warga NU yang konsisten berkontribusi di Bumi Gerbang Salam.
Menurutnya, kehadiran NU tidak sekadar menjadi kekuatan keagamaan semata, tetapi juga berperan aktif membangun kehidupan sosial yang kondusif di tengah dinamika masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pamekasan, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus dan warga NU yang telah berjuang bersama dalam membangun daerah ini,” ujar Kholilurrahman, Selasa (2/6/2026).
NU Sebagai Perekat Sosial di Tanah Subur Pamekasan
Dalam sambutannya, Kholilurrahman menyoroti soliditas organisasi NU yang dinilai mampu menjadi perekat sosial di tengah beragam latar belakang masyarakat.
Ia mengibaratkan Pamekasan sebagai tanah yang subur, tempat berbagai organisasi dapat tumbuh dan berkembang secara berdampingan. Keberagaman tersebut dapat berjalan harmonis berkat kontribusi aktif NU dalam menjaga keseimbangan sosial dan mencegah potensi gesekan antarwarga.
“NU selama ini telah menunjukkan peran nyata dalam menjaga stabilitas sosial. Ini menjadi modal penting bagi keberlangsungan pembangunan daerah,” katanya.
Sektor Pendidikan: Rekor MURI hingga Revitalisasi Sekolah
Pada kesempatan yang sama, Kholilurrahman juga menyampaikan penghargaan khusus kepada mantan Menteri Pendidikan Nasional RI, Prof. M. Nuh, atas jasanya menetapkan Pamekasan sebagai Kabupaten Pendidikan. Status tersebut menjadi pemantik semangat pemerintah daerah untuk terus memajukan dunia pendidikan dan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Komitmen tersebut dibuktikan dengan suksesnya penyelenggaraan puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan beberapa waktu lalu. Agenda yang melibatkan sekitar 24 ribu siswa SD dan SMP itu berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Dampak positif dari kesuksesan acara tersebut, Pemkab Pamekasan memperoleh bantuan revitalisasi untuk sekitar 20 gedung sekolah dasar. Bantuan fisik ini akan diprioritaskan bagi sekolah-sekolah yang kondisinya dinilai paling mendesak.
Harmonisasi Ormas Melalui Forum Fokus
Selain mengulas peran NU, Bupati Kholilurrahman menegaskan pentingnya keberadaan Forum Komunikasi Ormas Islam (Fokus) yang aktif sejak dibentuk pada tahun 2004. Wadah silaturahmi ini menghimpun enam organisasi Islam besar di Pamekasan, yaitu:
- Nahdlatul Ulama (NU)
- Muhammadiyah
- Persatuan Islam (Persis)
- Al-Irsyad
- Sarekat Islam
- Hidayatullah
Forum ini dinilai sukses menjaga hubungan antarormas sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga kondusivitas wilayah. “Keberadaan forum ini menjadi bukti bahwa perbedaan organisasi bukan penghalang untuk bersama-sama membangun Pamekasan,” tegas bupati.
Di akhir prosesi, Bupati Kholilurrahman memberikan penghormatan dan apresiasi mendalam kepada para ulama, kiai, dan sesepuh NU yang telah mendedikasikan diri menjaga nilai keislaman dan kebangsaan. Secara khusus, ia menyampaikan terima kasih kepada KH Abdul Hannan Serkasi beserta para tokoh NU yang telah menyukseskan jalannya agenda Muskercab tersebut. ***MR***








