BANDUNG, MATA-PERISTIWA.ID – Polda Jawa Barat (Jabar) bersiap menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi Patuh Lodaya 2026 di seluruh wilayah hukum Jawa Barat. Operasi keselamatan lalu lintas berskala besar ini akan berlangsung serentak selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 8 hingga 21 Juni 2026 mendatang.
Langkah taktis ini diambil sebagai bagian dari upaya berkelanjutan institusi kepolisian dalam menekan angka kecelakaan, meminimalkan pelanggaran, serta mendongkrak kesadaran tertib berkendara di masyarakat.
Optimalisasi ETLE, Tindak Pelanggar di Tol dan Non-Tol
Wakapolda Jawa Barat, Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, menegaskan bahwa titik berat dari Operasi Patuh Lodaya tahun ini adalah pemanfaatan penegakan hukum berbasis teknologi. Polisi akan mengoptimalkan penggunaan kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) demi menciptakan sistem penindakan yang transparan.
“Selaras dengan tema tahun ini, kami ingin menghadirkan sistem penindakan yang tegas, modern, dan transparan melalui inovasi teknologi. Penegakan hukum elektronik ini akan dioptimalkan baik di ruas jalan tol maupun non-tol,” ujar Brigjen Pol. Adi Vivid saat membuka Latihan Pra Operasi (Latpraops) di Aula Ditlantas Polda Jabar, Selasa (2/6/2026).
Empat Sasaran Utama Operasi Patuh Lodaya 2026
Wakapolda menginstruksikan kepada seluruh jajaran personel agar memanfaatkan Latpraops untuk menyamakan pola pikir dan pola tindak di lapangan. Ia melarang keras anggotanya menjadikan latihan ini sebagai seremonial tahunan belaka, melainkan harus paham strategi mitigasi secara menyeluruh.
Melalui kesiapan sumber daya manusia yang matang, operasi ini difokuskan pada empat sasaran target utama keselamatan jalan raya:
- Mengantisipasi Potensi Gangguan: Mengurai titik-titik rawan yang berpotensi memicu kemacetan parah.
- Menindak Pelanggaran Efektif: Menyasar pengendara nakal lewat tilang elektronik (ETLE) statis maupun mobile.
- Menekan Angka Kecelakaan: Mengurangi intensitas insiden tabrakan di jalur arteri dan jalur cepat.
- Mengurangi Fatalitas Korban: Memastikan tingkat kefatalan atau cedera berat korban kecelakaan di jalan raya dapat ditekan seminimal mungkin.
Pendekatan berbasis digitalisasi ini diharapkan mampu memberikan dampak instan yang nyata dalam mewujudkan ekosistem lalu lintas di Jawa Barat yang jauh lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.








