Gunung Ibu Kembali Erupsi, 26 Kali Letusan Terjadi dalam Sepekan Terakhir

MALUKU UTARA, MATA-PERISTIWA.ID – Aktivitas vulkanik Gunung Ibu di Maluku Utara menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Gunung ini dilaporkan kembali mengalami erupsi pada Kamis (18/06/2026) pukul 13.24 WIT, menambah daftar panjang letusan yang terjadi dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, erupsi terbaru tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan berlangsung selama 69 detik. Meski secara visual letusan tidak teramati, aktivitas kegempaan yang tercatat menunjukkan intensitas yang tinggi.

Catatan Kegempaan yang Intens

Data MAGMA Indonesia periode 18 Juni 2026 mencatat aktivitas vulkanik yang cukup aktif, di antaranya:

  • 80 kali gempa letusan/erupsi: Amplitudo 10-28 mm dengan durasi 38-88 detik.

  • 6 kali gempa hembusan: Amplitudo 4-8 mm dengan durasi 33-50 detik.

  • 1 kali gempa guguran: Amplitudo 5 mm dengan durasi 35 detik.

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Ibu masih berada di Level II (Waspada).

Imbauan untuk Warga dan Wisatawan

PVMBG menekankan pentingnya kepatuhan terhadap zona aman untuk meminimalisir risiko bagi masyarakat sekitar maupun wisatawan. Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas di dalam:

Bacaan Lainnya
  1. Radius 2 kilometer dari kawah aktif.

  2. Perluasan sektoral berjarak 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara kawah aktif.

Perbandingan Erupsi Nasional 2026

Data MAGMA Indonesia menunjukkan bahwa Gunung Ibu merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia sepanjang tahun 2026. Hingga pertengahan Juni, telah tercatat sebanyak 2.773 letusan gunung api secara nasional.

Gunung Semeru di Jawa Timur menduduki posisi pertama dengan 1.293 kali letusan, sementara Gunung Ibu berada di posisi kedua dengan total 947 kali letusan sepanjang tahun ini.

Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari PVMBG dan pemerintah daerah setempat, serta tidak mudah terpancing oleh berita yang tidak terverifikasi kebenarannya mengenai kondisi gunung api.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *