Ciamis, mata-peristiwa.id – Polsek Kawali Polres Ciamis Polda Jabar mengikuti rangkaian kegiatan peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di tingkat Kecamatan Lumbung. Peringatan berupa pelaksanaan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih itu berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin, 1 Juni 2026, kemarin.
Saat itu, Iptu Mochammad Irwansyah hadir mewakili Kapolsek Kawali AKP Iis Yeni Idaningsih, hadir mengikuti upacara dengan Camat Lumbung bertindak selaku Inspektur Upacara. Hadir tidak sendiri, Polsek Kawali juga menugaskan Bhabinkamtibmas Desa Lumbung Bripka Dian Herdiansyah bertugas menjadi komandan upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat Kecamatan Lumbung.
“Kehadiran itu bagian dari pada upaya Polri dalam merawat persatuan melalui sinergitas dan soliditas bersama Pemerintah dan seluruh masyarakat. Sesuai dengan semangat persatuan pada Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026,” ujar Kapolres Ciamis Polda Jabar AKBP H. Hidayatullah, SH., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kawali AKP Iis Yeni Idaningsih, SH., M.H., dalam keterangan resminya, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting bagi seluruh komponen bangsa untuk meneguhkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Melalui tema tahun 2026, Pancasila ditegaskan tidak hanya sebagai dasar negara dan pemersatu bangsa Indonesia, tetapi juga sebagai fondasi moral dalam membangun perdamaian dunia.
“Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, seluruh elemen bangsa diharapkan dapat memperkuat komitmen untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara nyata. Pancasila bukan hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman hidup bersama dalam menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, dan membangun masa depan bangsa yang damai, adil, dan beradab,” kata AKP Iis Yeni Idaningsih.
Sementara itu, Camat Lumbung H. Elan Suherlan dalam amanatnya membacakan Kepala Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Bahwasannya Hari ini tanggal 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas Tanah Pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa Api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.
“Tema yang diusung dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia’, sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan Bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” tuturnya.
Lebih lanjut, kata dia, Pancasila adalah ‘Bintang Penuntun’ yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah ‘Jangkar Moral’ dalam menghadapi turbulensi global, mulai disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.
“Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia, sesuai dengan amanat pembukaan UUD 1945, Kita memiliki tanggungjawab konstitusional untuk ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Maka Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif,” ucapnya.
Nilai musyawarah dan mufakat yang dianut, H. Elan menuturkan, adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik. Sebagai bangsa yang besar Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan nyata melalui kontribusi pasukan perdamaian Indonesia dibawah Bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan, bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan di Sila ke 2 ‘Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab’. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekedar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.
H. Elan mengatakan, Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong, namun kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, lanjut dia, mengajak seluruh elemen bangsa terutama generasi muda sebabagi penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai Ideologi yang hidup, jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau Teks di buku sejarah, mari teguhkan kembali komitmen kebangsaan.
“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai,” ucap H. Elan mengakhiri amanat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 tingkat Kecamatan Lumbung.
( HD )








