GRESIK, MATA-PERISTIWA.ID – Komnas Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup (PPLH) Kabupaten Gresik meninjau langsung lokasi usaha produksi tempe milik pelaku UMKM di Jalan Ibrahim Zahier 1, Kelurahan Singosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Kegiatan pengawasan sekaligus asistensi ini berlangsung pada Rabu malam (10/6/2026).
Ketua Komnas PPLH Gresik Hilal Ulfi bersama Kabid Komunikasi dan Investigasi Yulianto memimpin langsung peninjauan tersebut. Tim memberikan edukasi taktis mengenai tata cara pengelolaan air sisa produksi agar memenuhi baku mutu lingkungan hidup.
Paradigma Baru Lewat Program 3P
Hilal Ulfi menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi sektor mikro harus berjalan selaras dengan kebersihan lingkungan. Komnas PPLH kini menerapkan paradigma baru sebagai mitra pemberi solusi, bukan sekadar lembaga pemantau yang kaku.
Guna membantu pelaku usaha kecil, Komnas PPLH Gresik memperkenalkan Program 3P, yaitu:
-
- Pendampingan: Mengawal proses pembuatan sistem penyaringan air dari hulu ke hilir.
- Pembinaan: Memberikan edukasi berkala mengenai ambang batas aman pembuangan limbah cair.
- Perizinan: Membantu pengurusan dokumen kelayakan lingkungan hidup agar usaha memiliki legalitas hukum.
“Tempe sehat, yang makan sehat, dan lingkungannya juga wajib sehat. Kami menyarankan para perajin untuk menampung limbah produksi pada bak khusus sebelum dibuang, sehingga tidak menimbulkan bau menyengat di permukiman warga,” ujar Hilal pada pukul 19.30 WIB.
Apresiasi dari Para Perajin Tempe
Langkah proaktif dari Komnas PPLH ini mendapat respons positif dari komunitas perajin tempe setempat. Rudi dan Dimas, dua pemilik usaha lokal, menyampaikan apresiasi atas masukan teknis yang diberikan oleh petugas di lapangan.
“Kami sangat berterima kasih atas arahan ini. Edukasi mengenai tata cara pembuatan bak penampungan air sisa rebusan kedelai ini sangat membantu kami. Harapannya, usaha kami tetap berkembang tanpa mengganggu kenyamanan tetangga sekitar,” ungkap Dimas.
Penulis : Et/ Redaksi





