Madinah, mata-peristiwa.id – Pelayanan haji Indonesia di Madinah menuai apresiasi dari jemaah, terutama dalam aspek kecepatan respons petugas dan kelengkapan fasilitas selama masa awal kedatangan. Sejumlah jemaah menilai petugas haji sigap sejak di bandara hingga penanganan di hotel.
Salah satu jemaah asal Bengkulu, Herimanto, mengatakan bantuan sudah dirasakan sejak pertama kali tiba di Madinah. Dia yang mendampingi orang tuanya dalam kondisi sakit menyebut petugas memberikan layanan maksimal.
“Sejak turun di bandara, kami langsung dibantu. Orang tua saya yang menggunakan kursi roda dilayani dengan baik. Petugas sangat sigap,” kata Herimanto, Rabu, 29 April 2926.
Respons cepat petugas juga terlihat saat menghadapi kondisi darurat di lapangan. Herimanto mengungkapkan, ketika anggota keluarganya mengalami kecelakaan hingga patah tulang, petugas segera melakukan penanganan dan merujuk ke fasilitas kesehatan.
“Langsung ditangani, dibawa ke rumah sakit, dan sekarang sudah dalam perawatan. Ini menunjukkan kesiapan petugas dalam situasi darurat,” ungkap dia.
Menurut dia, konsistensi pelayanan menjadi hal penting mengingat rangkaian ibadah haji masih panjang dan tantangan akan meningkat, terutama saat puncak haji dengan suhu tinggi dan mobilitas jemaah yang padat.
“Mudah-mudahan petugas tetap semangat dan konsisten melayani hingga 40 hari ke depan,” kata Herimanto.
Selain layanan kesehatan dan pendampingan, Herimanto juga menilai fasilitas konsumsi dan akomodasi dalam kondisi memadai. Dia memperoleh makan tiga kali sehari, air minum, serta tambahan nutrisi.
“Akomodasi hotel dan konsumsi sudah mencukupi. Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah Indonesia atas pelayanan yang diberikan,” ujarnya.
Dengan layanan yang sigap dan fasilitas yang relatif lengkap, jemaah mengaku lebih tenang menjalankan ibadah di Madinah sembari mempersiapkan diri menuju puncak haji.
***HD***












