Jembatan Serayu Ditutup, Penambang Pasir Beralih Jadi Operator Perahu Penyeberangan

BANYUMAS, MATA-PERISTIWA.ID – Penutupan total Jembatan Serayu di Kecamatan/Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, membawa berkah tersendiri bagi para penambang pasir setempat. Menghadapi penutupan akses utama tersebut, sejumlah pekerja tambang kini beralih profesi sementara menjadi operator perahu penyeberangan darurat guna melayani warga dari arah Purwokerto maupun Banyumas.

Salah seorang pekerja perahu, Guntar, mengungkapkan bahwa ia biasanya mengandalkan penghasilan dari depo pasir. Namun, sejak layanan penyeberangan darurat dibuka pada Senin (15/6/2026), ia bersama rekan-rekannya memilih untuk memutar haluan kerja.

“Saya biasanya kerja di depo pasir. Karena sekarang ada penyeberangan dan aktivitas pasir juga sedang sepi, saya ikut membantu mengoperasikan perahu,” kata Guntar saat ditemui wartawan, Kamis (18/6/2026).

Menurut Guntar, keberadaan penyeberangan alternatif ini merupakan solusi dua arah yang saling menguntungkan: membantu mobilitas masyarakat sekaligus memberikan napas baru bagi perekonomian para penambang pasir.

Bekerja 24 Jam dengan Sistem Shift

Guna memastikan pelayanan tetap berjalan lancar, operasional penyeberangan melibatkan sekitar 12 pekerja yang dibagi ke dalam dua shift selama 24 jam penuh. Tugas mereka cukup berat, mulai dari mengatur antrean, menaikkan sepeda motor ke atas perahu, hingga menavigasi arus Sungai Serayu yang menuntut keahlian khusus.

Dalam sehari, Guntar bekerja sekitar delapan jam. Sistem pengupahan yang diterapkan adalah bagi hasil antara pemilik perahu dan pekerja dengan skema 60:40 persen.

“Dari kemarin saya kerja mulai pagi sampai siang dapat sekitar Rp100 ribu. Memang belum bisa dibilang besar karena layanan ini juga baru berjalan beberapa hari,” tambahnya.

Spesifikasi Tarif Jasa Penyeberangan Sungai Serayu

Untuk memberikan kepastian bagi pengguna jasa, tarif penyeberangan darurat ini telah ditentukan secara flat berdasarkan kapasitas muatan:

Bacaan Lainnya
Jenis Pengguna Tarif Jasa
1 Sepeda Motor + Pengendara tunggal Rp5.000
Sepeda Motor (Berboncengan) Rp7.000

Faktor Keselamatan Jadi Prioritas Utama

Pemilik armada perahu, Tugiman, menjelaskan bahwa perahu-perahu yang digunakan saat ini sejatinya merupakan perahu pengangkut pasir yang biasa beroperasi di Sungai Serayu. Mengingat tingginya lonjakan pengguna jasa dalam beberapa hari terakhir, Tugiman bahkan sengaja menambah satu unit armada lagi.

Meski permintaan tinggi, Tugiman menegaskan tidak ingin gegabah menambah armada tanpa perhitungan matang karena keterbatasan tenaga operator yang andal.

“Kalau mengoperasikan perahu harus ada keahlian khusus. Tidak bisa sembarang orang karena menyangkut keselamatan penumpang,” tegas Tugiman.

Keberadaan perahu penyeberangan ini dinilai sangat efisien. Waktu tempuh menyeberangi sungai hanya memakan waktu sekitar lima menit. Durasi ini jauh lebih singkat dibandingkan jika warga harus memutar melalui jalur darat alternatif yang memakan waktu hingga lebih dari satu jam.

Info Jalur Pengalihan Rute Alternatif

Sebagai informasi, Jembatan Serayu Banyumas ditutup total mulai dari 15 Juni hingga 30 Juli 2026 untuk pengerjaan perbaikan berkala. Selama masa perbaikan ini, arus lalu lintas dialihkan sebagai berikut:

  • Kendaraan Kecil (Mobil/Motor): Dari arah Banyumas menuju Purwokerto (atau sebaliknya) dialihkan melalui jalur alternatif Banyumas – Mandirancan.

  • Kendaraan Besar (Truk/Bus): Dialihkan melalui jalur nasional Buntu – Sampang – Rawalo – Patikraja – Purwokerto.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *