BINTAN, MATA-PERISTIWA.ID – Denyut semangat gotong royong bergemuruh di pelosok Kabupaten Bintan. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129, jajaran Kodim 0315/Tanjungpinang terus mengebut pengerjaan salah satu sasaran fisik yang paling dinanti: renovasi dan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Bunguran, Kecamatan Sri Kuala Lobam, Senin (20/7/2026).
Kehadiran program ini bukan sekadar urusan tukang dan bangunan batu, melainkan sebuah ikhtiar nyata untuk merajut kembali asa warga agar dapat menikmati hunian yang sehat, aman, dan bermartabat.
Bahu-Membahu Wujudkan Hunian Impian
Di lokasi pembangunan, suasana keakraban tampak begitu kental. Personel Satgas TMMD bersama warga sekitar melebur dalam satu ikatan kerja sama, bahu-membahu merampungkan setiap detail konstruksi—mulai dari pemasangan rangka atap, penyusunan dinding, hingga tahap penyelesaian akhir.
Kekompakan tanpa sekat ini kembali membuktikan bahwa kemanunggalan antara TNI dan rakyat tetap menjadi roh utama dalam menggerakkan percepatan pembangunan di wilayah perdesaan.
Lebih dari Sekadar Dinding dan Atap
Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0315/Tanjungpinang, Kolonel Inf Abdul Hamid, S.I.P., mengungkapkan bahwa pengerjaan RTLH memiliki dimensi sosial yang jauh lebih dalam dari sekadar fisik bangunan. Pembangunan ini adalah tentang menghadirkan senyuman dan kepastian hidup bagi warga kurang mampu.
“Melalui program TMMD, kami ingin menghadirkan manfaat yang menyentuh langsung sanubari masyarakat. Membangun rumah ini hakikatnya adalah menumbuhkan harapan baru, agar penerima manfaat bisa hidup lebih layak, sehat, dan nyaman bersama keluarganya,” ujar Kolonel Inf Abdul Hamid.
Prioritas Kesejahteraan dan Sinergi Berkelanjutan
Sebagai salah satu program prioritas TMMD Ke-129, rehabilitasi RTLH dirancang untuk menjawab persoalan mendasar di bidang papan (perumahan) bagi masyarakat perdesaan.
Sinergi yang solid antara unsur TNI, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif warga menjadi garansi bahwa seluruh target pembangunan fisik ini dapat tuntas tepat waktu, sekaligus meninggalkan warisan kemaslahatan jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Bintan. (Leni / Red)





