SAMPANG, MATA-PERISTIWA.ID – Sinergi antara TNI dan masyarakat kembali ditunjukkan oleh Satgas Pra-TMMD Ke-129 Kodim 0828/Sampang. Bertempat di Desa Batu Karang, Kecamatan Camplong, anggota Satgas bersama warga setempat bahu-membahu melaksanakan pengerjaan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik salah satu warga, Bapak Hasan, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan awal persiapan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan infrastruktur fisik di daerah.
Tahap Awal Pembangunan yang Optimal
Pantauan di lapangan, para personel Satgas tampak penuh semangat mengerjakan proses penggalian pondasi, pemasangan bata, hingga pemasangan kusen pintu. Pekerjaan ini merupakan fondasi vital untuk memastikan rumah Bapak Hasan nantinya layak dan nyaman untuk dihuni.
Komandan Kodim (Dandim) 0828/Sampang, Letkol Czi Dika Catur Yanuar Anwar, S.T., mengungkapkan bahwa tahapan Pra-TMMD sangat krusial sebagai tolak ukur kesiapan sebelum program utama dimulai.
“Kegiatan awal ini sangat penting untuk memastikan kelancaran pelaksanaan TMMD utama nantinya. Melalui Pra-TMMD, kita pastikan semua kesiapan teknis, logistik, dan keterlibatan warga berjalan optimal,” ujar Letkol Czi Dika.
Membangun Kesejahteraan Melalui Kebersamaan
Selain pembangunan fisik berupa renovasi rumah, program TMMD juga menyasar pembangunan non-fisik di daerah tertinggal. Semangat gotong royong yang terbangun antara personel TNI dan warga Desa Batu Karang diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan pembangunan berkelanjutan.
Program Rutilahu ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, namun merupakan bukti nyata kehadiran TNI untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kebersamaan yang terjalin selama proses pengerjaan menjadi cerminan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat masih menjadi kekuatan utama dalam membangun bangsa dari tingkat desa.
Diharapkan, dengan selesainya renovasi rumah Bapak Hasan nanti, keluarga tersebut dapat hidup lebih layak dan sehat, sekaligus menjadi pemicu semangat bagi warga lainnya untuk terus bergotong royong membangun lingkungan yang lebih baik. (Et)







