Pantauan Pangan Jelang Idul Adha: Stok Beras Stabil, Harga Bumbu Dapur Mulai Melonjak

MATA-PERISTIWA.ID – Pergerakan harga sembilan bahan pokok (sembako) di sejumlah pasar tradisional di berbagai wilayah terpantau fluktuatif namun cenderung mengalami kenaikan di beberapa sektor penting menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Berdasarkan pantauan lapangan terkini pada Kamis (21/5/2026), dinamika harga ini dipicu oleh lonjakan permintaan masyarakat yang mulai padat serta peningkatan biaya logistik dari pihak distributor. 

Berikut adalah rangkuman kondisi riil harga pangan dan langkah antisipasi pemerintah yang berhasil dihimpun oleh tim redaksi mata-peristiwa.id.

Komoditas yang Mulai Merangkak Naik

Kenaikan harga yang paling mencolok terjadi pada sektor hortikultura dan beberapa bahan dapur esensial. 

    • Minyak Goreng: Minyak goreng curah tercatat mengalami lonjakan tajam di area ibu kota hingga menyentuh kisaran Rp24.500 per kilogram.
    • Cabai dan Bumbu Dapur: Cabai merah keriting melonjak signifikan dari Rp50.000 menjadi Rp63.000 per kilogram, diikuti cabai rawit yang kini menyentuh angka Rp70.000 per kilogram akibat kombinasi faktor cuaca dan tingginya permintaan.
    • Daging Sapi: Harga daging segar mulai bergerak naik perlahan dari Rp130.000 menjadi Rp140.000 per kilogram, diprediksi akan terus berfluktuasi menjelang hari H. 

Bahan Pokok yang Masih Stabil 

Bacaan Lainnya

Di tengah lonjakan beberapa komoditas dapur, kelompok bahan pokok utama justru menunjukkan tren yang relatif aman dan terkendali. [1, 2]

    • Beras: Pasokan beras nasional terpantau aman. Di tingkat pedagang tradisional, beras medium bertahan stabil di kisaran Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram. Sedangkan beras SPHP program pemerintah tetap kokoh di angka Rp12.000 per kilogram.
    • Gula Pasir & Tepung: Dua komoditas ini tidak menunjukkan lonjakan drastis dan masih tertahan di kisaran harga normal, yaitu Rp18.500 per kilogram untuk gula pasir. 

Langkah Taktis Pemerintah Meredam Inflasi

Mengantisipasi lonjakan harga yang semakin meluas, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama jajaran Kepolisian di berbagai kota langsung bergerak cepat ke lapangan. 

    1. Gelar Operasi Pasar Murah: Kota-kota besar seperti Palembang, Pekanbaru, dan Jambi terjadwal mengadakan pasar murah di tiap kelurahan untuk mendistribusikan sembako subsidi langsung ke tangan konsumen.
    2. Sidak Gudang Distributor: Petugas gabungan memperketat pengawasan di gudang-gudang penyuplai. Langkah tegas ini diambil untuk mencegah aksi penimbunan barang oleh oknum tidak bertanggung jawab yang sengaja memanfaatkan momen hari raya.
    3. Pemeriksaan Stok Lama: TPID memastikan pedagang eceran tidak menaikkan harga pasokan stok lama dengan standar harga baru yang bisa membebani daya beli emak-emak. 

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying secara berlebihan, sebab ketersediaan stok pangan nasional di gudang Bulog dipastikan mencukupi kebutuhan konsumsi hingga perayaan Idul Adha usai. 

(Red/Mata-Peristiwa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *