GRESIK, mata-peristiwa.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), kembali menggelar Petro Agrifood Expo (PAE) 2026 di Kebun Percobaan (Buncob) Petrokimia Gresik pada 24–26 Juli 2026.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-54 perusahaan ini bertujuan mengenalkan dunia agroindustri kepada masyarakat perkotaan, khususnya generasi muda, sebagai langkah nyata mendukung regenerasi petani Indonesia.
Sebagai bentuk komitmen terhadap lahirnya petani-petani muda, Petrokimia Gresik menyerahkan Beasiswa Petani Muda kepada 50 pelajar SMK Pertanian se-Jawa Timur.
Penyerahan beasiswa dilakukan saat pembukaan PAE 2026 yang dihadiri Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Andi Nur Alamsyah.
Direktur Pupuk Direktorat Jenderal PSP Kementerian Pertanian, Syamsuddin, mengingatkan pentingnya regenerasi petani.
Menurutnya, dari sekitar 29 juta petani di Indonesia, sebanyak 67 persen berusia di atas 45 tahun sehingga diperlukan langkah nyata untuk menarik minat generasi muda ke sektor pertanian.
“Transformasi menuju pertanian modern menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menciptakan regenerasi petani yang berkelanjutan,” ujarnya.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menjelaskan bahwa Petro Agrifood Expo merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendekatkan dunia agroindustri kepada masyarakat.
“Banyak masyarakat mengenal Petrokimia Gresik hanya sebagai produsen pupuk. Melalui Petro Agrifood Expo, kami ingin menunjukkan bahwa agroindustri mencakup seluruh rantai produksi, mulai penyediaan sarana pertanian, budidaya, hingga menghasilkan pangan yang dikonsumsi masyarakat setiap hari,” jelas Adityo.
Menurutnya, PAE dirancang sebagai wahana agroeduwisata yang memberikan pengalaman belajar secara langsung mengenai ekosistem agroindustri dari hulu hingga hilir.
Selama tiga hari pelaksanaan, sebanyak 59 stan turut meramaikan expo, melibatkan Pupuk Indonesia Grup, perusahaan agribisnis, petani binaan,
Dinas Pertanian, anak perusahaan Petrokimia Gresik Group, hingga sekolah binaan Departemen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Berbagai inovasi, teknologi, produk pertanian, hingga hasil budidaya dipamerkan dalam kegiatan tersebut.
Pengunjung juga dapat mengikuti beragam aktivitas edukatif seperti Pelatihan Petani Cilik dan pelatihan komposting, yang bertujuan menanamkan kepedulian terhadap pertanian dan lingkungan sejak usia dini.
Adityo menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian tidak cukup hanya didukung teknologi dan produk berkualitas, tetapi juga membutuhkan regenerasi sumber daya manusia.
“Kita harus menyiapkan generasi yang akan melanjutkan estafet pembangunan pertanian Indonesia. Karena itu, edukasi dan regenerasi petani menjadi perhatian serius Petrokimia Gresik,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi langkah Petrokimia Gresik dalam memperkuat sektor pertanian melalui edukasi dan regenerasi petani.
Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah saat ini semakin mendukung dunia pertanian, mulai dari kemudahan memperoleh pupuk, harga yang lebih terjangkau, hingga kepastian pasar hasil panen.
“Untuk menarik minat generasi muda terhadap pertanian, sektor ini harus memberikan keuntungan. Saat ini pemerintah memberikan perhatian besar agar pertanian menjadi profesi yang menjanjikan,” ujarnya.
Salah satu agenda yang paling dinantikan masyarakat dalam Petro Agrifood Expo setiap tahunnya adalah Pesta Rakyat atau kegiatan Petik Bersama Masyarakat. Dalam kegiatan ini, pengunjung dapat memanen langsung hasil pertanian dari kebun.
Tahun ini, Petrokimia Gresik menyediakan sekitar 3.400 tanaman melon, 1.000 tanaman semangka, 2.100 tanaman jagung manis, dan 1.400 tanaman jagung pulut, serta berbagai jenis sayuran yang dapat dipetik langsung oleh pengunjung.
Melalui Petro Agrifood Expo 2026, Petrokimia Gresik berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda di Gresik dan Surabaya, yang memahami pentingnya agroindustri sebagai fondasi ketahanan pangan nasional.
Perusahaan juga optimistis meningkatnya literasi masyarakat terhadap sektor pertanian akan mendorong lahirnya generasi petani muda yang inovatif, modern, dan berdaya saing
Penulis :Et
Editor. : Redaksi





