TOBA, MATA-PERISTIWA.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Toba resmi menggelar agenda Reses Kedua Tahun Anggaran (TA) 2026 pada Senin (29/06/2026). Kegiatan penyerapan aspirasi konstituen ini diikuti secara serentak oleh seluruh Anggota DPRD Toba berdasarkan Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing.
Untuk Dapil I yang meliputi wilayah Kecamatan Balige dan Kecamatan Tampahan, para legislator menggelar pertemuan tatap muka di dua titik strategis. Di Kecamatan Balige, reses dipusatkan di Kantor Lurah Pardede Onan, sedangkan untuk Kecamatan Tampahan dilaksanakan di Aula Kantor Camat Tampahan.
Dari hasil pertemuan di dua kecamatan tersebut, DPRD Kabupaten Toba berhasil menghimpun sedikitnya 23 poin aspirasi krusial dari masyarakat. Usulan-usulan yang masuk tercatat masih didominasi oleh sektor infrastruktur jalan, ketahanan pangan/pertanian, pengembangan pariwisata, serta peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan dasar.
Komitmen Kawal Usulan Warga untuk TA 2027
Ketua DPRD Kabupaten Toba, Franshendrik Tambunan, usai menghadiri rangkaian kegiatan reses menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk mengawal dan memperjuangkan seluruh keluhan serta masukan dari warga agar dapat diakomodasi pada perencanaan pembangunan tahun depan.
“Kami di jajaran DPRD Toba akan berupaya secara maksimal untuk mengawal dan memperjuangkan setiap aspirasi murni masyarakat ini agar bisa masuk ke dalam program prioritas Tahun Anggaran 2027 mendatang,” ujar Franshendrik kepada awak media.
Tegas Larang Alih Fungsi Lahan Demi Swasembada Pangan
Di samping menampung usulan fisik, Franshendrik juga menyoroti regulasi daerah yang tengah digodok oleh DPRD bersama eksekutif. Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai larangan alih fungsi lahan pertanian produktif.
Ia menekankan bahwa lahan-lahan pertanian yang subur di Kabupaten Toba wajib dilindungi secara hukum dan tidak boleh diubah peruntukannya menjadi kawasan pemukiman atau industri komersial tanpa kajian matang.
“Aturan Perda mengenai alih fungsi lahan ini sangat perlu kita jalankan dengan ketat di lapangan. Ini adalah langkah preventif strategis agar daerah kita tetap mandiri secara pangan dan tidak sampai bergantung pada impor pangan dari luar,” tegasnya secara visioner.
Dorong Sektor Perkebunan Lewat Program Pipanisasi
Sebagai bentuk kerja nyata di sektor agraria, Franshendrik memaparkan bahwa saat ini pemerintah daerah bersama DPRD tengah berjalan melakukan proyek pengairan atau pipanisasi untuk lahan perkebunan di Desa Tangga Batu dan Gurgur Aek Raja.
Langkah ini diambil sebagai solusi jangka panjang agar lahan perkebunan milik warga tetap produktif dan dapat dikelola dengan optimal meskipun memasuki musim kemarau.
“Saat ini proses pengairan sedang berjalan. Mudah-mudahan proyek percontohan ini berhasil dengan baik, sehingga pada tahun depan bisa kembali kita anggarkan untuk perluasan program pipanisasi ke area perkebunan warga lainnya,” pungkas Franshendrik mengakhiri keterangannya.
Rangkaian kegiatan Reses Kedua Dapil I ini berjalan dengan tertib, aman, serta mendapat respons positif dan antusiasme yang tinggi dari tokoh masyarakat, tokoh adat, serta aparat desa setempat.
Reporter: S. Zebua







