GRESIK, MATA-PERISTIWA.ID – Halaman GOR Desa Tumapel, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, dipadati ribuan jamaah dalam suasana religius yang khidmat, Rabu malam (8/7/2026). Masyarakat antusias mengikuti gelaran Pengajian Akbar yang menggabungkan perayaan Sedekah Bumi, Haul Syekh Ahsananuddin Qoyyim dan para sesepuh desa, serta peringatan Tahun Baru 1 Muharram 1448 Hijriah.
Momentum Memperkuat Tradisi dan Ukhuwah
Mengusung tema “Gotong Royong Merawat Tradisi, Mempererat Silaturahmi Warga”, kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk memadukan kearifan lokal dengan syiar Islam. Acara semakin istimewa dengan kehadiran dua penceramah kondang, yakni KH. Anwar Zahid dari Bojonegoro dan Habib Anis bin Syahab dari Jakarta.
Kepala Desa Tumapel, Ziadatul Akmal, S.H., menegaskan bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar ritual tahunan. “Ini adalah wujud syukur kami kepada Allah SWT atas segala limpahan nikmat dan hasil bumi. Kami juga ingin memastikan warisan budaya leluhur tetap lestari dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ujar Ziadatul.
Apresiasi atas Kekompakan Warga
Suksesnya acara ini tidak lepas dari kerja keras seluruh elemen desa. Ketua Panitia Sedekah Bumi, Ustad Ali Muchlasin, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga, tokoh masyarakat, serta donatur yang telah bergotong royong.
“Semangat kebersamaan yang terbangun dalam pelaksanaan tahun ini sangat luar biasa. Semoga semangat ini terus menjadi fondasi kuat dalam membangun Desa Tumapel,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Camat Duduksampeyan, M. Dedy Hartadi, S.STP., M.Si., memuji kekompakan warga Desa Tumapel. Menurutnya, acara ini merupakan contoh nyata selarasnya budaya lokal dengan nilai-nilai Islam dalam menjaga kerukunan warga.

Tausiyah Penyejuk Hati
Dalam tausiyahnya, KH. Anwar Zahid dan Habib Anis bin Syahab mengajak para jamaah untuk terus meningkatkan keimanan dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Keduanya menekankan pentingnya menghormati jasa para ulama serta sesepuh desa sebagai bentuk penghormatan terhadap akar sejarah dan budaya.
Momentum Tahun Baru Islam pun dijadikan sebagai titik balik bagi masyarakat untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik. Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keselamatan, kemakmuran, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Desa Tumapel serta Kabupaten Gresik.
Melalui kegiatan ini, tradisi Sedekah Bumi diharapkan tetap tegak menjadi identitas budaya dan perekat persaudaraan yang tak lekang oleh waktu.
(Et)





