SUMATERA UTARA, mata-peristiwa.id — Pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera dalam waktu cukup lama kembali menimbulkan duka mendalam. Di tengah lumpuhnya aktivitas harian masyarakat akibat padamnya aliran arus listrik, muncul laporan adanya korban jiwa yang diduga terdampak langsung dari penggunaan generator set (genset) selama pemadaman berlangsung.
Ketua Wilayah Relawan Kesehatan Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ikoriansyah, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa kondisi pemadaman berkepanjangan ini bukan lagi sekadar persoalan gangguan layanan operasional listrik, melainkan sudah menjadi ancaman serius bagi keselamatan jiwa masyarakat.
Dugaan Keracunan Gas Karbon Monoksida
Berdasarkan informasi yang beredar luas di tengah masyarakat, beberapa warga dilaporkan meninggal dunia dan sebagian lainnya kini mengalami kondisi kritis. Hal ini diduga kuat akibat menghirup asap beracun dari genset yang dinyalakan saat pemadaman listrik berlangsung dalam durasi yang lama.
Situasi ini menjadi alarm keras bagi seluruh pihak, khususnya terkait keamanan dan edukasi penggunaan sumber daya listrik alternatif di tengah situasi krisis.
“Pemadaman berkepanjangan tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan yang sangat berbahaya. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegas Ikoriansyah dalam keterangan resminya, Minggu (24/5/2026).
Desak PLN dan Edukasi Keamanan Genset
Merespons situasi darurat ini, Relawan Kesehatan Indonesia Provinsi Sumatera Utara meminta pihak PT PLN (Persero) untuk segera mempercepat proses perbaikan menyeluruh serta memulihkan jaringan listrik di seluruh wilayah terdampak. Langkah cepat dinilai krusial agar kondisi di lapangan tidak semakin memburuk dan memicu adanya korban tambahan.
Selain mendesak pihak PLN, Ikoriansyah juga mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati dalam mengoperasikan mesin genset. Penggunaan genset di dalam rumah atau ruangan yang tertutup rapat sangat berbahaya bagi keselamatan. Gas karbon monoksida yang dihasilkan dari pembakaran genset tidak berwarna dan tidak berbau, namun dapat menyebabkan keracunan serius hingga berujung kematian seketika.
“Jangan pernah menyalakan genset di dalam ruangan tertutup. Pastikan penempatannya berada di luar rumah atau area dengan sirkulasi udara yang terbuka lebar agar tidak terjadi penumpukan asap beracun,” imbaunya.
Atas nama keluarga besar Relawan Kesehatan Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ikoriansyah menutup keterangannya dengan menyampaikan doa tulus kepada seluruh keluarga korban yang terdampak.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga para korban husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi ujian ini,” pungkasnya.***












