Tegakkan Kedaulatan Ekonomi di Perbatasan, Pemprov Kaltara Dukung Penuh Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026

TANJUNG SELOR, MATA-PERISTIWA.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara memberikan apresiasi tinggi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026. Sinergi strategis antara Bank Indonesia (BI) dan TNI Angkatan Laut ini dinilai sebagai instrumen vital dalam menjaga kedaulatan negara, khususnya dari aspek ekonomi di gerbang perbatasan utara NKRI.

Rupiah sebagai Simbol Martabat Bangsa

Pelepasan tim ekspedisi yang menggunakan kapal perang KRI Ajak-653 ini dihadiri oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setda Provinsi Kaltara, H. Safi’i, S.T., M.A.P., mewakili Gubernur Kalimantan Utara.

Dalam sambutannya, H. Safi’i menegaskan bahwa ERB 2026 bukan sekadar agenda distribusi uang tunai. Kehadiran Rupiah yang layak edar di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) adalah cerminan martabat dan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat perbatasan.

“Rupiah bukan sekadar alat transaksi ekonomi, melainkan simbol persatuan, identitas, serta marwah kebangsaan kita. Menjaga eksistensinya di perbatasan sama dengan menjaga harga diri bangsa di hadapan dunia internasional,” tegas H. Safi’i, Selasa (14/7/2026).

Urgensi Ekonomi di Wilayah Geostrategis

Di wilayah Kaltara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, penggunaan mata uang nasional memegang urgensi ganda. Selain sebagai alat tukar, Rupiah berfungsi sebagai benteng ekonomi lintas batas untuk mencegah infiltrasi mata uang asing dalam transaksi sehari-hari masyarakat lokal.

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Bank Indonesia memiliki mandat penuh untuk menjamin ketersediaan uang Rupiah yang berkualitas di seluruh yurisdiksi nasional, termasuk di pulau-pulau terluar.

Misi Kemanusiaan dan Kedaulatan

Ekspedisi kolaboratif ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 14 hingga 20 Juli 2026. Tim gabungan yang terdiri dari personel TNI AL dan para bankir Bank Indonesia akan menempuh perjalanan laut untuk menyambangi lima titik strategis di wilayah Kaltara:

  1. Pulau Sebatik

    Bacaan Lainnya
  2. Pulau Bunyu

  3. Pulau Maratua

  4. Teluk Sulaiman

  5. Pulau Derawan

Pemprov Kaltara menaruh harapan besar agar sinergi antara TNI AL dan Bank Indonesia ini dapat menuntaskan misi kemanusiaan dan kedaulatan ini tanpa hambatan operasional. “Semoga ekspedisi mulia ini memberikan manfaat berkelanjutan bagi ketahanan ekonomi masyarakat di Bumi Paguntaka,” pungkas H. Safi’i.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *