INDRAMAYU, MATA-PERISTIWA.ID – Suasana duka menyelimuti Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, menyusul tragedi kecelakaan maut yang merenggut 12 nyawa rombongan pengantar pengantin di Jalur Pantura. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa mendalam serta memberikan dukungan moril dan materiil kepada keluarga korban, Selasa (14/7/2026).
Menyapa Keluarga dengan Penuh Empati
Dalam kunjungannya, Dedi Mulyadi menyambangi kediaman almarhum Warkidi, salah satu dari 12 korban yang gugur dalam insiden tragis tersebut. Dengan tutur kata yang lembut, Dedi berbincang dengan perwakilan keluarga korban, Warsem, untuk memahami kronologi sebelum musibah itu terjadi.
Warsem menuturkan, rombongan yang terdiri dari 23 orang tersebut awalnya berangkat penuh sukacita dengan menggunakan satu mobil bak terbuka (pick-up) untuk mengantar mempelai perempuan ke Desa Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur. Namun, takdir berkata lain saat rombongan hendak kembali pulang.
Kronologi Tragis di Jalur Pantura
Kecelakaan terjadi saat mobil pick-up yang ditumpangi rombongan mencoba berputar arah di U-turn Jalur Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener. Nahas, kendaraan tersebut ditabrak dari belakang oleh truk wing box. Benturan keras itu mendorong pikap ke jalur berlawanan, di mana sebuah truk lain dari arah depan kembali menghantam kendaraan tersebut.
Tragedi ini menyebabkan 12 orang meninggal dunia, dengan rincian tiga korban meninggal di lokasi kejadian dan sembilan lainnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit. Sementara itu, enam orang lainnya dilaporkan selamat dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Mitra Plumbon Indramayu.
Bentuk Perhatian Pemerintah Provinsi
Sebagai wujud kehadiran negara di tengah duka masyarakat, Dedi Mulyadi menyerahkan santunan sebesar Rp25 juta kepada setiap keluarga korban meninggal dunia.
“Nitip ini buat istri almarhum,” ucap Dedi dengan penuh takzim saat menyerahkan santunan secara langsung kepada keluarga korban.
Warsem mewakili pihak keluarga menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menyebut bantuan tersebut sangat berarti untuk meringankan beban keluarga, termasuk untuk biaya keperluan pengajian dan tahlilan bagi para korban.
“Kami dari keluarga merasa sangat terbantu. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Dedi Mulyadi atas perhatian dan bantuannya,” ungkap Warsem sembari menahan isak tangis.
Kunjungan ini menjadi pengingat bagi masyarakat luas akan pentingnya keselamatan berlalu lintas, terutama bagi pengguna kendaraan bak terbuka yang sangat rentan terhadap kecelakaan fatal di jalur cepat seperti Pantura.





