Krisis Air Bersih di Purwadadi Ciamis: 2.576 Jiwa Terancam Kekeringan, Pasokan Bantuan Masih Minim

CIAMIS, MATA-PERISTIWA.ID – Krisis air bersih akibat kekeringan meteorologis meluas di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis melaporkan sedikitnya 916 Kepala Keluarga (KK) atau 2.576 jiwa di Desa Sidarahayu, Kecamatan Purwadadi, kini terancam krisis air bersih berkepanjangan.

Berdasarkan laporan kaji cepat Pusdalops PB BPBD Ciamis pada Kamis (27/8/2026), kekeringan melanda kawasan tersebut sejak 1 Agustus 2026. Nirhujan selama berpekan-pekan memicu keringnya sumur gali, mata air warga, hingga aliran sungai setempat. Bahkan, Bendungan Manganti yang berjarak 1 kilometer dari permukiman warga dilaporkan ikut mengering total.

Peta Titik Terdampak dan Kendala Distribusi

Dampak kekeringan terdeteksi di tiga wilayah dusun utama yang mencakup 13 Rukun Tetangga (RT). Warga terpaksa berjalan kaki hingga 1 kilometer menuju titik distribusi terpusat demi mendapatkan air bersih.

Berikut adalah rincian sebaran lokasi terdampak kekeringan di Desa Sidarahayu:

  • Dusun Manganti: RT 01 dan 03 (RW 01)

  • Dusun Talang Banteng: RT 13 (RW 02)

  • Dusun Pasungsari: RT 14–15 (RW 02) serta RT 22–30 (RW 03)

Meski bantuan telah disalurkan, pendataan lapangan menunjukkan satu titik lokasi, yakni RT 28 RW 03 Dusun Pasungsari, hingga kini masih berstatus Belum Terdistribusi.

Bacaan Lainnya

Bantuan Air Bersih Belum Cukupi Kebutuhan Warga

Guna meredam krisis, petugas kaji cepat BPBD Ciamis—Usid Suchlas, Yayan R, dan Fani A—telah mengalirkan bantuan air bersih sebanyak 3 tangki dengan total volume 15.000 liter. Petugas juga berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk menyiapkan tandon dan kolam terpal sebagai wadah penampungan darurat.

Namun, pasokan 15.000 liter air tersebut dinilai jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan harian 2.576 jiwa, terlebih puncak musim kemarau diproyeksikan masih berlangsung hingga beberapa pekan ke depan.

“Bantuan 3 tangki air bersih belum sebanding dengan kebutuhan ribuan warga terdampak. Pemkab Ciamis diharapkan segera menambah pasokan tangki dan merumuskan solusi jangka panjang seperti pembangunan sumur bor,” tulis laporan resmi Pusdalops BPBD Ciamis.

Krisis di Sidarahayu menambah daftar wilayah terdampak kekeringan di Ciamis. Sebelumnya, BPBD mencatat kejadian serupa melanda Desa Sidamulya (Kecamatan Cisaga) yang berdampak pada 41 KK, serta Desa Karangampel (Kecamatan Baregbeg) yang mengancam 114 KK.

Pemerintah Daerah diharapkan segera mengambil langkah tanggap darurat yang lebih luas agar warga tidak perlu berjalan jauh hanya untuk mendapatkan setetes air bersih.

(HD)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *