BANDUNG, MATA-PERISTIWA.ID – Mata dunia seakan kehabisan kata menyaksikan penderitaan dan kehancuran yang terus menimpa rakyat Palestina akibat serangan militer di Jalur Gaza. Ribuan korban jiwa dari kalangan sipil berjatuhan, infrastruktur publik hancur, dan anak-anak kehilangan hak dasar atas rasa aman.
Pemerhati isu strategis dan publik, Dede Farhan Aulawi, menegaskan bahwa komunitas internasional tidak boleh membiarkan tragedi kemanusiaan ini berlalu begitu saja hingga sekadar menjadi tumpukan angka statistik dalam pemberitaan media.
“Kemarahan terhadap tindakan yang melanggar hukum humaniter internasional harus ditempatkan dalam kerangka kemanusiaan dan hukum, bukan kebencian terhadap suatu bangsa atau agama tertentu. Yang harus dilawan secara tegas adalah kekerasan, impunitas, dan segala bentuk tindakan yang merampas hak hidup manusia,” tegas Dede Farhan Aulawi, Jumat (21/8/2026).
4 Sikap Strategis untuk Menjaga Martabat Kemanusiaan di Gaza:
-
Penghentian Kekerasan Segera: Mendorong gencatan senjata total demi menghentikan jatuhnya korban jiwa di kalangan warga sipil.
-
Perlindungan Sipil dan Anak: Menjamin keamanan kawasan pemukiman, fasilitas kesehatan, serta perlindungan khusus bagi anak-anak.
-
Jaminan Akses Bantuan Kemanusiaan: Membuka koridor logistik tanpa hambatan guna menyalurkan obat-obatan, makanan, dan air bersih.
-
Penegakan Hukum Internasional secara Adil: Menuntut akuntabilitas atas dugaan pelanggaran hukum humaniter tanpa standar ganda.
Dede Farhan Aulawi menambahkan, dunia membutuhkan keberanian moral kolektif dari para pemimpin negara untuk menghentikan kejahatan perang dan menegakkan keadilan internasional secara imparsial.
“Sebab ketika penderitaan manusia disaksikan tanpa tindakan nyata, yang kehilangan bukan hanya para korban di lapangan, melainkan juga martabat kemanusiaan kita semua,” pungkasnya.
(Red/Mata-Peristiwa)





