YOGYAKARTA, MATA-PERISTIWA.ID – Kabupaten Sumedang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pemkab Sumedang berhasil meraih posisi keempat sebagai Pemerintah Daerah Terbaik kategori Kabupaten se-Indonesia dalam ajang Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index (GM-DTGI) Award 2026.
Penghargaan prestisius tersebut diserahkan dalam acara resmi yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Sistem Informasi (PKSI) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo, Yogyakarta, Kamis (05/11/2026).
Capaian ini menjadi wujud pengakuan nasional atas konsistensi Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam membangun tata kelola pemerintahan berbasis digital, penguatan integrasi data, serta pemanfaatan teknologi modern guna meningkatkan mutu pelayanan publik.
Sekda Tuti Ruswati Jadi Panelis Forum UGM: Tekankan AI dan Fondasi Data
Tak hanya menerima penghargaan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang, Hj. Tuti Ruswati, juga dipercaya menjadi salah satu narasumber panelis pada sesi utama yang mengusung tema “Artificial Intelligence untuk Pemerintah Daerah: Mengakselerasi Transformasi Digital dan Peningkatan Kinerja di Tengah Peluang dan Tantangan”.
Dalam forum akademis tersebut, Sekda Tuti menegaskan bahwa akurasi data merupakan fondasi paling krusial dalam menentukan arah kebijakan dan intervensi pembangunan daerah.
“Data adalah fondasi paling penting dalam intervensi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Tanpa data yang valid dan terintegrasi, sasaran pembangunan yang kita targetkan tidak akan terwujud secara optimal,” tegas Tuti Ruswati.
Ia menambahkan, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) harus dioptimalkan melebihi sekadar tren teknologi. AI harus menjadi instrumen strategis untuk mempercepat penanganan persoalan kompleks daerah, mulai dari percepatan penurunan stunting, pengentasan kemiskinan, hingga penyediaan layanan publik yang cepat, transparan, dan terjangkau.

Lima Kunci Kunci Ekosistem Digital Daerah
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Tuti turut membagikan formulasi sukses Pemkab Sumedang dalam membangun ekosistem digital terpadu. Ia menggarisbawahi lima pilar utama yang wajib menjadi perhatian pemerintah daerah, yakni: integrasi data, interoperabilitas aplikasi, konsistensi, komitmen pimpinan, dan kolaborasi lintas sektor.
Tuti mengingatkan bahwa menjamurnya aplikasi pelayanan tidak akan memberikan dampak nyata jika data antarinstansi masih bekerja secara terisolasi (silo system).
“Banyaknya aplikasi tidak akan berdampak jika data berjalan sendiri-sendiri. Integrasikan data. Kemudian konsistensi dan komitmen seluruh jajaran pimpinan daerah hingga tingkat masyarakat adalah kunci utama agar transformasi digital dapat berlangsung secara berkelanjutan,” paparnya.
Selain kesiapan infrastruktur, peningkatan literasi digital masyarakat serta sinergi pentahelix (pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media) juga menjadi penentu efektivitas pemanfaatan layanan publik berbasis teknologi.
Sebagai informasi, ajang GM-DTGI Award 2026 melakukan evaluasi komprehensif terhadap kesiapan transformasi digital pada 508 kabupaten/kota se-Indonesia melalui penilaian 7 pilar utama dan 50 indikator terukur. (Red)




