SUMEDANG, MATA-PERISTIWA.ID – Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Pipit Rismanto, dicegat oleh sejumlah mahasiswa usai menyampaikan kuliah umum di Universitas Padjadjaran (Unpad), Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (20/8/2026).
Dalam aksi spontan tersebut, para mahasiswa menyerahkan dokumen hasil kajian yang mencatat dugaan tindak kekerasan dan tindakan berlebihan oleh oknum aparat kepolisian di Jawa Barat saat pengamanan unjuk rasa sepanjang tahun 2025.
Irjen Pol. Pipit Rismanto secara langsung menerima berkas kajian tersebut di lokasi dan mengapresiasi masukan dari kalangan akademisi kampus.
Merujuk pada catatan kajian tahun 2025, Pipit menjelaskan bahwa dirinya baru mengemban amanah sebagai Kapolda Jawa Barat pada tahun 2026. Kendati demikian, ia memastikan dokumen masukan mahasiswa tersebut menjadi bahan evaluasi internal jajarannya.
“Terima kasih informasinya. Karena saya menjabat sebagai Kapolda di sini baru tahun 2026, kami akan jadikan hasil kajian ini sebagai bahan evaluasi tindak lanjut bagi anggota di lapangan,” ujar Pipit Rismanto di hadapan para mahasiswa.
Poin Penting Pertemuan Kapolda Jabar dan Mahasiswa Unpad:
-
Penyerahan Dokumen Kajian: Mahasiswa Unpad menyerahkan laporan evaluasi penanganan unjuk rasa dan dugaan represivitas aparat Polda Jabar periode 2025.
-
Komitmen Evaluasi Internal: Kapolda Jabar berjanji akan menguji fakta-fakta lapangan guna membenahi pola pengamanan unjuk rasa.
-
Sikap Terbuka Kepolisian: Polda Jabar menegaskan setiap warga negara berhak menyampaikan aspirasi secara bebas dan bertanggung jawab.
-
Pendekatan Pengamanan: Pengawalan unjuk rasa ke depan akan terus mengedepankan tindakan preemtif dan preventif sebelum penegakan hukum (represif).
Pipit menegaskan, kepolisian berkomitmen untuk selalu mengawal kebebasan berpendapat di muka umum secara profesional, humanis, dan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
(Red/Mata-Peristiwa)




