Khutbah Pertama
الحمد للهِ الَّذِي جَعَلَ الْعَمَلَ شَرِيْعَةً، وَبَارَكَ فِي كَسْبِ الْيَدِ طَهَارَةً وَرِفْعَةً. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang dengan rahmat-Nya kita kembali dipertemukan pada hari Jumat yang penuh berkah ini, tepat pada tanggal 1 Mei 2026. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada teladan kita, Nabi Muhammad SAW.
Melalui mimbar yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri sendiri dan jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Jamaah Jumat yang Dimuliakan Allah,
Hari ini dunia memperingati Hari Buruh. Dalam Islam, bekerja bukan sekadar aktivitas ekonomi untuk mengisi perut, melainkan bagian dari ibadah dan jihad di jalan Allah. Rasulullah SAW pernah mencium tangan seorang sahabat yang melepuh dan kasar karena bekerja keras, seraya bersabda: “Inilah tangan yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.”
Ada tiga poin penting yang harus kita renungkan dalam etika bekerja menurut Islam:
- Niat sebagai Ibadah: Setiap langkah kaki kita menuju tempat kerja, setiap keringat yang jatuh demi menghidupi keluarga dengan cara yang baik, dicatat sebagai pahala di sisi Allah SWT.
- Kejujuran dan Amanah: Seorang muslim yang bekerja dengan jujur tidak hanya mendapatkan upah di dunia, tetapi juga keberkahan yang akan membawa ketenangan di rumah tangga. Sebagaimana hadits Nabi: “Pedagang yang jujur dan terpercaya akan bersama para nabi, orang-orang shiddiq, dan para syuhada.”
- Mencari yang Halal: Di era modern ini, tantangan mencari harta sangat besar. Namun, ingatlah bahwa daging yang tumbuh dari harta yang haram, nerakalah tempatnya. Pastikan setiap rupiah yang dibawa pulang bersih dari unsur penipuan, riba, maupun hak orang lain.
Ma’asyiral Muslimin,
Bagi para pekerja, tunaikanlah kewajiban dengan sebaik-baiknya (Ihsan). Dan bagi para pemberi kerja, bertakwalah kepada Allah dengan memberikan hak-hak pekerja secara adil. Rasulullah mengingatkan: “Berikanlah upah kepada pekerja sebelum keringatnya mengering.”
Semoga kerja keras kita selama ini tidak hanya menjadi lelah, tetapi menjadi lillah (karena Allah) yang membuahkan surga di akhirat kelak.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
(Khutbah Kedua – Ringkas)
الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ.
اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
اللهم اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللهم بَارِكْ لَنَا فِي أَرْزَاقِنَا، وَاجْعَلْ عَمَلَنَا خَالِصًا لِوَجْهِكَ الْكَرِيْمِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.












