Program Pembangunan Harus Kadeuleu, Karampa, Karasa

Sumedang, mata-peristiwa.id – BERBAGAI program pembangunan terus digulirkan Pemerintah Kabupaten Sumedang sebagai upaya mewujudkan pembangunan yang nyata dan berdampak. “Peringatan Hari Jadi ke-448 Sumedang ini mengusung tema Simpatina Kadeuleu, Karampa, Karasa, yang menegaskan bahwa setiap pembangunan harus terlihat nyata, terukur hasilnya, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi Sumedang di Lapangan Upacara PPS, Senin (20/04/2026).

Bupati menegaskan peringatan Hari Jadi bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen pembangunan daerah. “Konsep kadeuleu, karampa, karasa mengandung makna mendalam, yakni pemerintah harus menghadirkan program yang benar-benar menjadi solusi atas kebutuhan rakyat, bukan sekadar formalitas,” katanya.

Bupati Dony turut memaparkan sejumlah program unggulan yang telah dan sedang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sumedang.  “Diantaranya program Sekolah/Pesantren Produktif Ramah Lingkungan terus digencarkan melalui pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” tuturnya.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Bupati Dony mengungkapkan, melalui Program Jalan Leucir Nepi Ka Desa, pemerintah telah melakukan perbaikan puluhan ruas jalan, pembangunan jembatan, serta pemasangan penerangan jalan umum guna memperlancar mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Program ini terbukti meningkatkan aksesibilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Menurutnya, Program Jalan Leucir Nepi ka Desa, tahun 2025 telah dilaksanakan perbaikan 57 ruas jalan, terdiri dari pemeliharaan 5 ruas, rehabilitasi 37 ruas, rekonstruksi 15 ruas, termasuk peresmian Jalan Lingkar Utara Jatigede dari Pasiringkik hingga Blok Kramat Kecamatan Cisitu sepanjang 4,24 kilometer,” tutur Dony.

Ditambahkan Dony, Program ini terus dilanjutkan di tahun 2026 dengan perbaikan 66 ruas jalan, terdiri dari pemeliharaan 4 ruas, rehabilitasi 44 ruas, rekonstruksi 18 ruas serta pembangunan 3 unit jembatan. “Sebanyak 434 titik PJU akan dipasang, terdiri dari 392 PJU jalan lingkungan dan 42 PJU jalan kabupaten. Program ini terbukti telah memperlancar aksesibilitas dan mobilitas perekonomian masyarakat sehingga turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumedang dari 4,05 persen pada tahun 2024 menjadi 5,48 persen pada tahun 2025,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan  program Wirausaha Muda dan UMKM Unggul terus diperkuat melalui pelatihan, inkubasi bisnis, serta digitalisasi UMKM agar mampu bersaing dan menciptakan lapangan kerja.

Di sektor pertanian, Bupati menyampaikan bahwa Program Revolusi Pertanian (Revolper) difokuskan pada perbaikan jaringan irigasi dan pemberian bantuan alat mesin pertanian untuk meningkatkan produktivitas. “Selain itu pemerintah memberikan perhatian pada sektor sosial melalui Program Kadeudeuh Simpati dan Nyaah Ka Indung sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat,”imbuhnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para pendiri, tokoh, serta seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi dalam perjalanan panjang Sumedang selama 448 tahun.

Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum Hari Jadi sebagai penguat persatuan dan semangat gotong royong dalam membangun Sumedang menuju masa depan yang lebih baik. [*]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *