Rebo Wekasan dan HUT ke-635 Desa Suci di Meriahkan Kirab Tumpeng Agung , Pertahankan Budaya dan Simbol Kebersamaan

GRESIK ,mata-peristiwa.id – Tradisi keagamaan dan budaya masyarakat Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, kembali digelar dalam rangkaian Rebo Wekasan sekaligus memperingati Hari Jadi Desa Suci ke-635.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai Sabtu hingga Rabu, 8–12 Agustus 2026, tersebut memadukan nilai-nilai keagamaan dengan tradisi lokal yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Suci.

‎Sejumlah kegiatan digelar dalam rangkaian peringatan tersebut, di antaranya ziarah kubur sesepuh desa, Khotmil Qur’an, Kirab Tumpeng Agung, selamatan Rebo Wekasan, serta pembacaan Ratib.

Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian masyarakat adalah Kirab Tumpeng Agung. Tradisi tersebut menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat Desa Suci sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertahankan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Kirab Tumpeng Agung dan 5 Gunungan hasil bumi serta warga tiap RT membawa Ambengan dengan diiringi Ishari .

‎Kepala Desa Suci, H. Ahmad Rizal, mengatakan ” Rangkaian kegiatan Rebo Wekasan dan Hari Jadi Desa Suci ke-635 bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk merawat tradisi serta memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat.
‎Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam berbagai rangkaian kegiatan menunjukkan masih kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian warga terhadap pelestarian tradisi desa.

“Rangkaian kegiatan ini menjadi momentum untuk menjaga tradisi sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat Desa Suci,” ujar H. Ahmad Rizal.

‎Ia berharap tradisi keagamaan dan budaya yang ada di Desa Suci dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda, sehingga nilai sejarah dan kearifan lokal desa tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Kirab diikuti langsung H.Khoirul Huda S.Ag Anggota Dewan PPP , Hendriawan Susilo S.PSi Camat Manyar , H.Ahmad Rizal Kepala Desa Suci , Tokoh Agama dan Masyarakat , Ishari 50 personil ,
Kera Sakti 75 personl ,Tahta Mataram 35 personil , Pagar Nusa 50 personil , PSHT 25 personil .

Peringatan Hari Jadi Desa Suci ke-635 pun menjadi momentum refleksi perjalanan panjang desa sekaligus memperkuat semangat masyarakat untuk membangun Desa Suci secara bersama-sama, dengan tetap menjaga nilai agama, budaya, dan gotong royong.(Et)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *