Salurkan BLT DD, Pemdes Ajak Warga Taat Bayar Pajak PBB

GARUT, MATA-PERISTIWA.ID – Pemerintah Desa (Pemdes) Sukawening Kabupaten Garut merealisasikan berbagai program kerja strategis. Langkah taktis ini diambil guna mendorong percepatan serapan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026.

Pihak pemerintah desa bergerak cepat menyalurkan bantuan pada Senin (08/06/2026). Selanjutnya, Pemdes Sukawening secara resmi menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada 24 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Program perlindungan sosial ini bertujuan utama untuk meringankan beban ekonomi warga. Selain itu, skema bantuan tersebut menjadi strategi penting dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem di tingkat desa.

Penyaluran BLT Tiga Bulan dan Edukasi Pajak PBB

Bantuan pangan berbasis tunai yang disalurkan kali ini mencakup rapel untuk tiga bulan sekaligus, yaitu periode Januari hingga Maret. Setiap KPM menerima dana tunai sebesar Rp300 ribu per bulan. Kemudian, pihak pemdes berencana merealisasikan pembagian tahap berikutnya untuk periode April hingga Juni pada bulan depan. 

Pihak pemdes tidak hanya fokus pada pembagian dana tunai. Namun, mereka juga menggelar sosialisasi dan penyuluhan taat pajak pada hari yang sama. Agenda ini diadakan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Agenda prioritas yang sesuai dengan APBDes TA 2026 ini dihadiri oleh seluruh jajaran perangkat desa, BPD, dan tokoh masyarakat. Selain itu, hadir pula Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Sukawening, Ayi Sunarya, yang bertindak langsung sebagai narasumber dalam penyuluhan ketaatan pajak tersebut.

Bacaan Lainnya

Efisiensi Anggaran dan Harapan Sinergi Infrastruktur

Kepala Desa Sukawening, Ali Agus, mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya memaksimalkan realisasi anggaran belanja desa. Meskipun pada tahun 2026 ini terjadi efisiensi anggaran, pemdes tetap memprioritaskan program pemberdayaan masyarakat. Mereka juga tetap berupaya merealisasikan pembangunan fisik berskala kecil secara bertahap.

“Kami akan tetap memaksimalkan seluruh potensi yang ada meskipun pelaksanaannya terbatas dan bertahap,” ujar Ali Agus di lokasi acara.

Oleh karena itu, Ali Agus menyampaikan harapan besar agar sinergisitas dari semua pihak dapat terus terjaga. Sebab, beberapa target pembangunan infrastruktur yang mendesak tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pendapatan desa semata.

Pihak desa sangat membutuhkan dukungan dana operasional dari Pemkab Garut, Pemprov Jawa Barat, hingga pemerintah pusat. Salah satu aspirasi mendesak warga saat ini adalah penanganan bencana alam lokal di area pemukiman.

“Masyarakat sangat berharap pemerintah supradesa segera mengatasi masalah abrasi yang terus menghantam daratan. Oleh sebab itu, kami berharap program ini bisa segera direalisasikan oleh instansi terkait karena anggarannya tidak mampu diakomodir oleh desa,” pungkas Ali Agus. ( Irwi )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *