Sidak Kantor Kecamatan Kalijati, Kang Dedi Mulyadi Kecewa Kondisi Kantor Berantakan dan Kotor

SUBANG, MATA-PERISTIWA.ID — Tokoh Jawa Barat yang juga Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang. Dalam kunjungan tersebut, KDM mengekspresikan kekecewaan mendalam.

Kekecewaan tersebut dipicu oleh kondisi lingkungan kantor pemerintahan yang dinilai berantakan, kotor, dan tidak terawat dengan baik.

Saat memasuki area perkantoran, Kang Dedi Mulyadi langsung menyoroti tumpukan batu yang terbengkalai. Ia juga mendapati tiang penunjuk jalan yang tergeletak di tanah selama berbulan-bulan, hingga tiang bendera yang tidak terpasang pada tempat semestinya.

Selain masalah fisik bangunan, KDM mengkritik tidak berfungsinya Pos Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Hal ini disebabkan oleh ketiadaan petugas yang berjaga secara disiplin untuk memberikan standar pelayanan 24 jam bagi masyarakat.

Sentil ASN Pasif: Kantor Pemerintah Harus Berwibawa!

Kang Dedi menegaskan bahwa kantor pelayanan publik seharusnya menjadi cerminan dari kewibawaan pemerintah yang siap melayani rakyat. Ia sangat menyayangkan sikap pasif sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terkesan kurang peka dan mengabaikan kebersihan lingkungan kerja.

“Kantor pemerintahan itu harus berwibawa agar masyarakat yang datang merasa nyaman dan percaya pada pelayanan kita. Aparatur pemerintah digaji oleh negara, sehingga kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kerja yang paling mendasar pun harus dijaga,” ujar KDM saat memberikan teguran di lokasi.

Kritik tajam juga diarahkan kepada pengelolaan fasilitas internal kantor, termasuk fasilitas toilet umum yang dikunci. KDM juga menemukan adanya genangan air pada wadah besar di halaman belakang.

Mengingat ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), KDM mengingatkan jajaran kecamatan untuk segera menguras dan membersihkan area tersebut agar tidak menjadi sarang nyamuk.

Bacaan Lainnya

Minta Stop Baliho Fisik, Dorong Digitalisasi Pelayanan

Di samping masalah kebersihan, Kang Dedi Mulyadi menyoroti pentingnya adopsi teknologi di era digital. Ia meminta pihak kecamatan untuk menghentikan pemborosan anggaran melalui pemasangan spanduk atau baliho fisik yang memenuhi halaman kantor.

Menurutnya, penyebaran informasi di era modern harus diubah ke arah digital, meliputi:

  • Informasi program kerja kecamatan.

  • Denah fasilitas pelayanan (seperti PKK dan MUI).

  • Sistem pendaftaran sekolah.

KDM menyarankan agar seluruh fasilitas tersebut dioptimalkan melalui platform digital dan pemetaan Google Maps agar lebih mudah diakses oleh warga secara transparan.

Sekcam Kalijati Berkomitmen Lakukan Pembenahan Total

Menanggapi teguran keras tersebut, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kalijati menerima seluruh masukan dengan terbuka. Pihaknya langsung menyampaikan komitmen untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh dalam waktu dekat.

Melalui arahan Kang Dedi, Sekcam Kalijati juga menyampaikan imbauan terbuka kepada seluruh Sekretaris Kecamatan di wilayah Jawa Barat. Ia mengajak rekan sejawatnya untuk meningkatkan kedisiplinan, memastikan adanya petugas piket, dan menjaga estetika kantor masing-masing.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Dedi Mulyadi menyatakan kesiapannya untuk berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi guna mengangkut material batu yang terbengkalai. Batu tersebut nantinya akan dialokasikan untuk pembangunan drainase jalan di sekitar Kalijati.

Tidak hanya itu, KDM juga berkomitmen untuk menyumbangkan fasilitas cat dinding guna mempercantik tampilan bangunan kantor. Ia memastikan akan melakukan inspeksi lanjutan untuk meninjau perkembangan hasil evaluasi pelayanan publik tersebut. (MP/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *