TANJUNGPINANG, MATA-PERISTIWA.ID – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di bawah kepemimpinan Gubernur Ansar Ahmad tengah melakukan langkah strategis dalam membenahi peta jalan pendidikan daerah. Salah satu target ambisius yang dicanangkan adalah mengubah komposisi jenjang pendidikan menengah menjadi 70 persen SMK dan 30 persen SMA dalam beberapa tahun ke depan.
Menjawab Minat dan Kebutuhan Industri
Kebijakan konversi ini lahir dari pemetaan matang yang dilakukan Pemprov Kepri. Gubernur Ansar Ahmad mengungkapkan bahwa sekitar 62 persen lulusan SMP di wilayah Kepri, khususnya Batam, lebih memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah kejuruan (SMK) demi kesiapan kerja.
“Kami berkomitmen meningkatkan pendidikan vokasi. Ini adalah misi kami untuk memeratakan kualitas SDM Kepri agar lebih berdaya saing, memiliki karakter, dan siap diserap oleh industri,” ujar Ansar, Selasa (14/7/2026).
Sebagai langkah awal, dua sekolah di Batam akan segera dikonversi:
-
SMAN 18 Tembesi Sagulung akan berubah status menjadi SMKN 15 Batam.
-
SMAN 29 Tiban Sekupang akan berubah status menjadi SMKN 16 Batam.
Investasi Rp8,42 Miliar untuk Akses Pendidikan
Selain konversi, Pemprov Kepri juga melakukan ekspansi fisik melalui pembangunan dua SMK negeri baru di Batam dengan total anggaran APBD 2026 sebesar Rp8,42 miliar. Masing-masing proyek pembangunan SMKN 13 (Bengkong) dan SMKN 14 (Batu Aji) mendapat alokasi pagu anggaran sebesar Rp4,2 miliar.
Langkah ini juga diproyeksikan sebagai solusi jangka panjang atas tingginya lonjakan pendaftar setiap tahunnya dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Progres SMKN 13 Batam
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, menjelaskan bahwa pembangunan fisik ditargetkan rampung dan diresmikan pada November 2026. Meskipun gedung utama dalam tahap konstruksi, aktivitas belajar-mengajar di SMKN 13 telah berjalan.
“SMKN 13 saat ini menampung 480 siswa dengan tiga jurusan unggulan, yakni teknik pengelasan, teknik komputer jaringan, dan teknik elektronika industri. Untuk sementara, operasional sekolah masih menginduk di SMAN 8 Batam,” jelas Andi Agung.
Transformasi besar-besaran ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi ekonomi Kepri, dengan mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi memiliki keterampilan teknis yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global maupun domestik.





