Cimahi Selatan Dikepung Kebakaran Sampah: Dua Lokasi Terbakar dalam Dua Hari Berurutan

CIMAHI, MATA-PERISTIWA.ID – Tren kebakaran akibat tumpukan sampah di Kota Cimahi kian memprihatinkan. Dalam waktu dua hari berturut-turut, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi harus berjibaku memadamkan kobaran api yang melanda dua titik penumpukan sampah di wilayah Kecamatan Cimahi Selatan.

Peristiwa pertama melanda Tempat Pembuangan Sementara (TPS) RW 12, Kelurahan Utama, pada Minggu (28/6/2026) sore. Sehari berselang, Senin (29/6/2026) malam, amukan si jago merah kembali terjadi di kawasan penumpukan sampah Jalan Leuwigajah, Kelurahan Leuwigajah.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, membenarkan adanya rentetan peristiwa tersebut. Pihaknya kini tengah meningkatkan kewaspadaan sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait.

Kronologi Amukan Api di TPS RW 12 Kelurahan Utama

Kebakaran di TPS RW 12 Jalan Pahlawan Desa sempat memicu kepanikan warga setempat. Api dengan cepat membesar karena material sampah yang kering. Laporan pertama masuk ke mako Damkar pada pukul 17.13 WIB.

Merespons laporan warga, Regu 1 Damkar Kota Cimahi langsung meluncur ke lokasi kejadian. Petugas berhasil tiba di tempat kejadian perkara (TKP) hanya dalam waktu enam menit, tepat pada pukul 17.19 WIB.

“Objek yang terbakar merupakan tumpukan sampah organik dan anorganik yang belum sempat ditarik sehingga menumpuk. Dari total luas lokasi sekitar 100 meter persegi, area yang terdampak kebakaran mencapai 60 meter persegi,” ujar Aep Mulyana saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2026).

Satu unit mobil pancar dengan dukungan tiga personel dikerahkan untuk melakukan lokalisir dan pendinginan secara intensif. Beruntung, gerak cepat petugas berhasil memutus perambatan api ke permukiman sekitar. Aep memastikan tidak ada korban jiwa, luka, maupun kerugian material dalam insiden ini.

Kebakaran Kedua di Leuwigajah: Diduga Sengaja Dibakar

Belum reda evaluasi kejadian pertama, Damkar Cimahi kembali menerima laporan kebakaran sampah di Jalan Leuwigajah pada Senin (29/6/2026) malam. Laporan diterima pukul 18.52 WIB, dan armada tiba dua menit kemudian pada pukul 18.54 WIB.

Bacaan Lainnya

Kronologi bermula saat seorang warga melintas ke arah Jembatan Leuwigajah dan melihat kobaran api sudah membubung tinggi. Saksi mata kemudian langsung mendatangi Mako Damkar untuk meminta bantuan armada pemadam.

Dari hasil asesmen lapangan, total luas area pembuangan mencapai 60 meter persegi, dengan area yang hangus terbakar sekitar 20 meter persegi. Berbeda dengan kejadian pertama, insiden di Leuwigajah ini mengarah pada faktor kelalaian manusia.

“Penyebab kebakaran di Leuwigajah diduga kuat akibat aktivitas pembakaran sampah yang sengaja dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab,” jelas Aep.

Satu unit mobil pancar bersama empat personel dikerahkan guna menjinakkan api agar tidak meluas ke area jalan raya.

Soroti Penumpukan Sampah, Damkar Koordinasi dengan DLH

Rentetan kebakaran ini menjadi sinyal merah bagi pengelolaan sampah di tingkat lingkungan. Damkar Kota Cimahi menegaskan telah melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi untuk mencari langkah preventif jangka panjang.

Saat ini, DLH Cimahi sebenarnya telah menggulirkan program pemilahan sampah guna menekan volume pembuangan ke TPA Sarimukti. Namun, keterlambatan pengangkutan di lapangan memicu penumpukan yang rentan memicu kebakaran, baik akibat efek gas metana alami maupun kelalaian manusia.

Damkar Kota Cimahi mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat agar menghentikan kebiasaan membakar sampah secara liar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, apalagi meninggalkan api dalam kondisi masih menyala. Tindakan tersebut sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal. Jangan sampai ada korban harta dan jiwa orang lain yang kena akibatnya,” tegas Aep. (Genzy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *