INDRAMAYU, MATA-PERISTIWA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin terus mendorong percepatan pembangunan sebagai upaya nyata mewujudkan Indramayu yang REANG (Religius, Ekonomi, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong).
Sepanjang periode Januari hingga Juli 2026, serangkaian program strategis sukses direalisasikan secara masif mencakup sektor kesehatan, pertanian, infrastruktur, pendidikan, perumahan, industri, perlindungan nelayan, hingga penguatan ekonomi desa.
Infrastruktur Perekonomian & Respons Positif Pemerintah Desa
Pembangunan fisik menjadi prioritas utama untuk memperlancar mobilitas warga dan konektivitas antardaerah. Hingga Juli 2026, Pemkab Indramayu telah menyelesaikan perbaikan jalan lingkungan sepanjang 20.298 meter, jalan desa 31.200 meter, dan jalan kabupaten 23.160 meter.
Selain itu, normalisasi sungai dan saluran pembuang mencapai 60.170 meter, peningkatan irigasi permukaan sepanjang 6.110 meter, serta target pengerjaan 3.199 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) hingga Desember 2026.
Realisasi pengerasan jalan beton ini disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat perdesaan. Kuwu Desa Panyingkiran Kidul, Sugiyanto, mengungkapkan apresiasinya atas pembetonan akses utama di wilayahnya.
“Atas nama Pemerintah Desa dan warga Panyingkiran Kidul, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Indramayu. Alhamdulillah, jalan Panyingkiran Kidul–Cantigi yang sudah lama kami usulkan kini sudah dicor dan bisa digunakan. Ini sangat membantu perekonomian dan kelancaran transportasi warga,” ujar Sugiyanto.
Inovasi Pendidikan Sosial & Pembentukan Karakter
Pada sektor pendidikan, sebanyak 322 sekolah (TK, SD, dan SMP) mendapat program revitalisasi, rehabilitasi, maupun pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), lengkap dengan penyaluran bantuan meubelair (2.254 set SD dan 1.856 set SMP).
Tak hanya perbaikan fasilitas formal, pengoperasian Sekolah Rakyat (SRT) di atas lahan 10 hektare di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, turut menuai sambutan hangat. Program sosial ini kini menampung 370 siswa pada Tahun Ajaran 2026 dari total daya tampung 1.000 siswa.
Guru SMP SRT 1 Indramayu, Anisa Istiqomah, mengaku keberadaan Sekolah Rakyat memberi ruang pengabdian dan pengembangan karakter anak secara khusus.
“Selain membantu siswa bertumbuh, dengan adanya SRT yang mungkin lebih perlu bimbingan khusus, saya perlu belajar lebih banyak lagi, terutama dalam membangun karakter murid menjadi lebih baik lagi,” ungkap Anisa.
Layanan Kesehatan Inklusif dan Penyangga Pangan Nasional
Di bidang kesehatan, kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) per Agustus 2026 sukses menembus 99,81% dengan keaktifan peserta 78,57%. Pemkab Indramayu juga mengalokasikan anggaran APBD sebesar Rp233,8 miliar untuk mendaftarkan 541.445 jiwa dalam kategori Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja (PBPU-BP).
Sementara di sektor pertanian, Indramayu memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan nasional dengan Lahan Baku Sawah seluas 124.517 hektare dan LP2B seluas 92.888 hektare.
Target Produksi Padi: Membidik 1,7 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) melalui bantuan mesin pompa air, irigasi perpompaan, Jaringan Irigasi Air Tanah, dan gilir-giring air.
Hortikultura: Produksi mangga khas Indramayu diproyeksikan mencapai 114.000 ton per tahun.
Penguatan Industri Rebana, Nelayan, hingga Tata Kelola Pemerintahan
Akselerasi pembangunan juga dirasakan pada sektor-sektor penunjang lainnya:
Kawasan Peruntukan Industri (KPI): Mempersiapkan 6 KPI seluas 14.110 hektare (wilayah Sukra, Patrol-Kandanghaur, Losarang, Balongan-Juntinyuat, Krangkeng, dan Tukdana) di luar area LP2B guna mendukung Kawasan Metropolitan Rebana.
Program Rutilahu: Memperbaiki 310 unit Rumah Tidak Layak Huni melalui APBD (22 unit) dan BSPS APBN (288 unit).
Perlindungan Nelayan: Menyalurkan premi asuransi ketenagakerjaan senilai Rp201 juta dari APBD bagi 1.000 nelayan kecil (kapal di bawah 10 GT).
Ekonomi Desa: Menyelesaikan 200 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dari target 317 unit.
Keberhasilan berbagai program tersebut berbanding lurus dengan tata kelola pemerintahan yang transparan. Kabupaten Indramayu berhasil meraih Peringkat ke-5 Nasional dan Peringkat ke-3 di Jawa Barat dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) tahun 2025. Berbagai capaian ini menegaskan komitmen Pemkab Indramayu untuk terus menghadirkan pembangunan berorientasi hasil yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.***




