GARUT, MATA-PERISTIWA.ID || Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kampung Cisalak RT 08 RW 01, Desa Depok, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, tidak hanya diisi dengan upacara dan perlombaan.
Warga setempat juga menunjukkan semangat kemerdekaan melalui aksi nyata berupa gotong royong renovasi Masjid Jami Cisalak.
Kegiatan yang mengusung tema “Cisalak Bersatu, Indonesia Maju” ini berlangsung pada Minggu, 17 Agustus 2025, mulai pukul 07.30 WIB hingga 17.00 WIB.
Rangkaian acara diawali dengan upacara bendera yang dipimpin Komandan Upacara Enjang Kurnia.
Upacara tersebut dihadiri Ketua RT Ase, Ketua RW Dede Burhan, serta pembina upacara Irwan Hermansyah.
Usai upacara, warga melanjutkan dengan acara makan bersama dan 16 jenis perlombaan rakyat.
Dua kegiatan panjat pinang menjadi puncak kemeriahan yang diikuti antusias oleh warga dari berbagai usia.
*Tekankan Aksi Nyata dan Persatuan*
Dalam amanatnya, Irwan Hermansyah menyampaikan empat poin penting untuk kemajuan Kampung Cisalak dan Desa Depok.
Pertama, warga harus berperan aktif melalui aksi nyata, bukan sekadar wacana.
Kedua, menjaga persatuan dan kesatuan.
Ketiga, setiap warga diharapkan dapat memberi manfaat bagi lingkungan.
Keempat, menanamkan semangat belajar sebagai bekal masa depan.
“Warga harus berperan aktif melalui aksi nyata. Bukan sekadar pintar berbicara atau memberikan janji palsu,” tegas Irwan.
Renovasi Masjid Jami Cisalak Secara Swadaya
Semangat kebersamaan itu berlanjut pada pembangunan fasilitas umum. Di tengah perayaan HUT RI, warga Cisalak tengah bergotong royong merenovasi Masjid Jami Cisalak secara swadaya.
Dengan keterbatasan dana, warga menyumbangkan tenaga, waktu, dan pikiran sesuai kemampuan masing-masing.
Renovasi ini menjadi wujud nyata kemerdekaan dalam membangun dan menjaga fasilitas keagamaan.
Ketua RW Dede Burhan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menyebut Kampung Cisalak sebagai salah satu wilayah di Desa Depok yang lebih dulu melaksanakan upacara sebelum menggelar perlombaan.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua RT Ase. Ia menilai kegiatan Agustusan penting untuk menjaga kebersamaan warga.
“Di Desa Depok hanya beberapa tempat yang mengadakan kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Melalui perayaan ini, warga Cisalak menunjukkan bahwa makna kemerdekaan tidak berhenti pada 17 Agustus 1945.
Kemerdekaan harus terus diisi dengan persatuan, pendidikan, kepedulian, dan kerja nyata untuk membangun kampung.***




