TOBA, MATA-PERISTIWA.ID – Kondisi bangunan UPTD SD Negeri Pardamean Sibisa yang berlokasi di Desa Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Sumatra Utara, amat memprihatinkan.
Gedung sekolah yang didominasi material kayu tua tersebut kini mengalami pelapukan dinding serta kerangka atap yang rapuh dan belum pernah tersentuh rehabilitasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Toba.
Memasuki tahun ajaran 2025/2026, jumlah peserta didik melonjak hingga mencapai 285 siswa. Akibat minimnya ruang kelas, kapasitas ideal 28 murid per kelas terlampaui. Pihak sekolah bahkan terpaksa memanfaatkan area gang lorong sekolah sebagai tempat kegiatan belajar mengajar (KBM).
Gedung Lapuk Beralih Fungsi Menjadi Gang Belajar
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, kondisi fisik bangunan sekolah dipenuhi celah pada dinding kayu yang retak dan lapuk. Atap bangunan yang rapuh kerap berisiko bocor saat hujan turun, memicu kekhawatiran terkait keamanan dan keselamatan para siswa.
Kepala Sekolah UPTD SD Negeri Pardamean Sibisa, Morris Sirait, S.Pd., menuturkan bahwa keterbatasan ruang kelas memaksa pihak sekolah mengambil langkah darurat agar seluruh siswa tetap dapat menerima pelajaran.
“Kami kekurangan ruang kelas. Setiap kelas sudah melebihi kapasitas normal 28 siswa. Bahkan gang lorong sekolah pun kami pakai untuk tempat belajar murid karena ruangan yang ada tidak cukup menampung 285 anak,” ungkap Morris Sirait, Selasa (11/8/2026).
Mendesak Perhatian Pemkab dan Dinas Pendidikan Toba

Kondisi fasilitas yang serba terbatas ini dikeluhkan oleh pihak sekolah dan orang tua murid. Morris berharap Pemerintah Kabupaten Toba dan Dinas Pendidikan setempat segera turun tangan memberikan penanganan nyata berupa pembangunan ruang kelas baru (RKB) serta perbaikan total gedung sekolah.
“Kami memohon perhatian serius dari Dinas Pendidikan dan Pemkab Toba. Sangat tidak layak anak-anak kami belajar dalam kondisi sempit, padat, dan gedung rusak seperti ini. Mereka berhak mendapatkan ruang belajar yang aman, nyaman, dan layak,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap instansi terkait segera meninjau langsung lokasi SD Negeri Pardamean Sibisa guna menindaklanjuti perbaikan fasilitas pendidikan mendesak tersebut. (S. Zebua/Red)





