Hadapi Musim Kemarau, Perumdam Tirta Galuh Imbau Pelanggan Hemat Air dan Siapkan Cadangan

CIAMIS, MATA-PERISTIWA.ID – Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumdam) Tirta Galuh, Amsi Yudi Purwanto, mengingatkan seluruh masyarakat—khususnya para pelanggan—untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau. Langkah ini penting guna memastikan ketersediaan dan pasokan air bersih tetap terjaga di seluruh wilayah pelayanan.

“Efisiensi penggunaan air oleh masyarakat menjadi faktor kunci dalam menghadapi potensi penurunan suplai air baku selama musim kemarau,” ujar Amsi dalam keterangannya, Rabu (26/8).

Ia mengajak masyarakat mulai menerapkan gaya hidup hemat air dan menyiapkan cadangan sejak dini. Menurutnya, kesadaran bersama dalam mengelola konsumsi harian sangat menentukan keberlanjutan pasokan air bersih.

Sebagai panduan praktis, Perumdam Tirta Galuh membagikan 8 cara efektif menghemat air di musim kemarau:

  1. Bijak Menggunakan Keran: Tutup keran saat tidak digunakan dan gunakan air secukupnya.

  2. Menampung Air Sejak Dini: Isi tandon atau wadah penampungan saat aliran air sedang normal sebagai cadangan.

  3. Cek Kebocoran Secara Berkala: Periksa jaringan pipa, keran, dan meteran air secara rutin untuk mengantisipasi kebocoran tersembunyi.

  4. Daur Ulang Air (Re-use): Manfaatkan air bekas cucian beras atau sayur untuk menyiram tanaman dan membersihkan halaman.

    Bacaan Lainnya
  5. Hindari Pemborosan: Tunda kegiatan yang menyedot banyak air, seperti mencuci kendaraan atau menguras kolam secara berlebihan.

  6. Gunakan Peralatan Hemat Air: Manfaatkan instalasi shower dan keran hemat air agar aliran lebih efisien.

  7. Pantau Informasi Resmi: Selalu cek pengumuman terkini melalui saluran media sosial atau kanal resmi Perumdam Tirta Galuh.

  8. Segera Laporkan Kebocoran: Laporkan ke tim teknis jika menemukan kerusakan pipa di area publik maupun sekitar pemukiman agar segera ditangani.

Amsi menegaskan bahwa musim kemarau membawa potensi penurunan debit air baku yang signifikan. Langkah sederhana seperti mematikan keran dan memperbaiki pipa bocor tidak hanya membantu menjaga ketersediaan air, tetapi juga mendukung upaya badan penanggulangan bencana dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *