MATA-PERISTIWA.ID – Hari Raya Iduladha bukan sekadar ritual tahunan menyembelih hewan ternak. Di balik gemuruh takbir yang mengangkasa, terdapat madrasah kehidupan yang mengajarkan manusia tentang arti cinta tertinggi, kepatuhan mutlak, dan kerelaan mengorbankan ego demi mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kata Kurban sendiri berasal dari bahasa Arab Qurbanan yang berakar dari kata Qaruba (ŁŁŲ±ŁŲØŁ), yang berarti dekat atau mendekatkan diri. Oleh karena itu, esensi ibadah kurban adalah sarana bagi seorang hamba untuk memangkas jarak antara dirinya dengan Sang Pencipta.
Belajar Keikhlasan dari Nabi Ibrahim AS
Sejarah Iduladha tidak bisa dilepaskan dari kisah abadi Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Ketika Nabi Ibrahim mendapatkan perintah lewat mimpi untuk menyembelih putra yang amat dicintainya, tidak ada keraguan sedikit pun dalam hati mereka. Keduanya tunduk pada ketetapan Allah SWT.
Keteladanan ini diabadikan dalam Al-Qur’an Surah As-Saffat ayat 102:
ŁŁŁŁŁ ŁŁŲ§ ŲØŁŁŁŲŗŁ Ł ŁŲ¹ŁŁŁ Ų§ŁŲ³ŁŁŲ¹ŁŁŁ ŁŁŲ§ŁŁ ŁŁ°ŲØŁŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁŁ Ų§ŁŲ±Ł°Ł ŁŁŁ Ų§ŁŁŁ ŁŁŁŲ§Ł Ł Ų§ŁŁŁŁŁŁŁ Ų§ŁŲ°ŁŲØŁŲŁŁŁ ŁŁŲ§ŁŁŲøŁŲ±Ł Ł ŁŲ§Ų°ŁŲ§ ŲŖŁŲ±Ł°ŁŪ ŁŁŲ§ŁŁ ŁŁ°ŁŲ§ŁŲØŁŲŖŁ Ų§ŁŁŲ¹ŁŁŁ Ł ŁŲ§ ŲŖŁŲ¤ŁŁ ŁŲ±ŁŪ Ų³ŁŲŖŁŲ¬ŁŲÆŁŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁ Ų“ŁŲ§Ū¤Ų”Ł Ų§ŁŁŁŁ°ŁŁ Ł ŁŁŁ Ų§ŁŲµŁŁ°ŲØŁŲ±ŁŁŁŁŁ
Artinya: āMaka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, āWahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!ā Dia (Ismail) menjawab, āWahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.āā
Melalui ayat ini, umat Islam diajarkan bahwa ujian terberat dalam hidup sering kali menyangkut hal-hal yang paling kita cintai di dunia, baik itu harta, takhta, maupun keluarga. Allah tidak menginginkan nyawa Ismail, melainkan Allah menguji di mana letak posisi cinta Nabi Ibrahim: apakah kepada makhluk-Nya atau kepada Khaliq-Nya.
Nilai Ketakwaan, Bukan Daging Kurban
Allah SWT secara tegas mengingatkan bahwa nilai dari ibadah kurban bukanlah terletak pada ukuran fisik hewan, melainkan pada ketulusan niat dan ketakwaan hamba yang melaksanakannya.
Hal ini tertuang dalam Surah Al-Hajj ayat 37:
ŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŲ§ŁŁ Ų§ŁŁŁŁ°ŁŁ ŁŁŲŁŁŁŁ ŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŲ§ ŲÆŁŁ ŁŲ§Ū¤Ų¤ŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁ°ŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŲ§ŁŁŁŁ Ų§ŁŲŖŁŁŁŁŁŁ°Ł Ł ŁŁŁŁŁŁ ŁŪ
Artinya: āDaging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan kamulah yang mencapainya.ā
Menyembelih hewan kurban secara simbolis juga bermakna menyembelih “sifat kebinatangan” yang ada di dalam diri manusiaāseperti sifat serakah, egois, sombong, dan mau menang sendiri.
Dimensi Sosial Iduladha
Selain dimensi spiritual kepada Allah (Hablum minallah), Iduladha memuat dimensi sosial yang sangat kuat (Hablum minannas). Islam melarang umatnya bersikap individualis. Melalui pembagian daging kurban, sekat-sekat sosial runtuh. Orang kaya dan miskin menikmati hidangan yang sama pada hari raya.
Rasulullah SAW bersabda mengenai anjuran berkurban bagi yang mampu:
Ł ŁŁŁ ŁŁŲ§ŁŁ ŁŁŁŁ Ų³ŁŲ¹ŁŲ©Ł ŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŲ¶ŁŲŁŁ ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŲ±ŁŲØŁŁŁŁ Ł ŁŲµŁŁŁŁŲ§ŁŁŲ§
Artinya: āBarangsiapa yang memiliki kelapangan (rezeki) namun tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.ā (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
Kesimpulan
Iduladha adalah momen refleksi untuk mengukur sejauh mana kesiapan kita dalam berkorban di jalan kebaikan. Kurban yang sejati adalah ketika kita mampu merelakan hal duniawi demi meraih rida Allah SWT serta memberikan manfaat yang luas bagi kemaslahatan sesama umat manusia. ***




