Musim Hujan Tiba, Wali Kota Ngatiyana Minta BPBD dan Perangkat Daerah Siaga Bencana Hidrometeorologi di Cimahi

CIMAHI, MATA-PERISTIWA.ID – Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) beserta jajaran perangkat daerah terkait untuk menggenjot kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Langkah preventif ini ditegaskan seiring meningkatnya intensitas hujan deras yang melanda Kota Cimahi belakangan ini.

Kesiapsiagaan tersebut melibatkan keterpaduan lintas sektor, mulai dari BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), hingga Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

“Kondisi cuaca saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan. Saya minta khususnya BPBD, LH, Satpol PP, dan Damkar untuk meningkatkan kesiapannya di lapangan,” ujar Ngatiyana saat memberikan arahan, Selasa (03/11/2026).

Mitigasi Banjir: Pembersihan Sungai Berkelanjutan dan Peran Warga

Salah satu fokus utama mitigasi bencana di Kota Cimahi adalah penanganan potensi banjir luapan. Ngatiyana menjelaskan bahwa pengerukan saluran sungai dan perbaikan jaringan drainase terus dilakukan oleh Pemkot Cimahi secara berkala.

“Pembersihan serta pemeliharaan sungai dan drainase terus kami jalankan secara berkelanjutan. Tidak harus menunggu musim hujan datang, agar saat debit air meningkat akibat hujan deras, alirannya tetap lancar dan tidak meluap ke pemukiman,” jelasnya.

Wali Kota juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan ke alur sungai maupun selokan. Sampah yang menumpuk menjadi faktor dominan penyebab tersumbatnya aliran air.

“Untuk meminimalkan risiko banjir, kesadaran warga sangat penting. Mari kita jaga kebersihan bersama dengan tidak membuang sampah ke sungai,” imbaunya.

Bacaan Lainnya

Peringatan BMKG Bandung: Puncak Masa Transisi Cuaca Ekstrem

Sementara itu, Ketua Tim Meteorologi dan Klimatologi Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Muhamad Iid Mujtahiddin, mengonfirmasi bahwa wilayah Bandung Raya, termasuk Kota Cimahi dan Bandung Barat, tengah memasuki masa peralihan (pancaroba) dari kemarau ke musim hujan.

BMKG memprediksi awal musim hujan secara resmi dimulai pada dasarian kedua bulan November 2026. Selama masa transisi ini, potensi cuaca ekstrem patut diwaspadai.

“Hujan lebat, angin kencang, angin puting beliung, hingga hujan es berpotensi terjadi selama masa transisi. Secara umum, kondisi kelembapan udara yang cukup tinggi mendukung pembentukan awan-awan konvektif secara lokal,” kata Iid.

Ia menambahkan, dinamika atmosfer di Jawa Barat saat ini dipengaruhi oleh suhu muka laut yang relatif hangat, serta aktifnya gelombang atmosfer Rossby Ekuator dan Madden-Julian Oscillation (MJO). Kondisi labilitas atmosfer yang sedang hingga kuat ini memicu pertumbuhan awan hujan dengan durasi singkat namun berintensitas tinggi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *