CIAMIS, MATA-PERISTIWA.ID – Memasuki musim kemarau, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis mengeluarkan imbauan strategis bagi para pembudidaya ikan air tawar. Perubahan cuaca ekstrem di masa pancaroba dinilai berpotensi menurunkan daya tahan tubuh ikan dan meningkatkan risiko serangan penyakit.
Ancaman Nyata pada Ikan Gurame
Peralihan musim dari penghujan ke kemarau yang terjadi sejak Mei hingga September menciptakan fluktuasi suhu yang drastis—siang yang panas dan malam yang dingin. Kondisi ini membuat ikan, terutama jenis Gurame yang memiliki sensitivitas tinggi, harus beradaptasi lebih keras.
Kepala Disnakkan Kabupaten Ciamis, Anton Wahyu Radityananto, melalui Kabid Pemanfaatan dan Pengendalian Sumber Daya Perikanan, Aris Andriyana, menjelaskan bahwa energi ikan yang terserap untuk adaptasi suhu menyebabkan daya tahan tubuh menurun.
“Saat daya tahan menurun, ikan menjadi sangat rentan terhadap serangan bakteri Aeromonas dan jamur. Infeksi ini bersifat menular dan jika tidak ditangani dengan cepat, dapat menyebabkan kematian massal, terutama jika sistem saluran air antar-kolam saling terhubung,” ujar Aris, Selasa (14/7/2026).
Tips Preventif bagi Pembudidaya
Bakteri Aeromonas sering kali masuk melalui luka pada tubuh ikan akibat penanganan (handling) yang kurang hati-hati saat panen atau pemindahan. Oleh karena itu, Disnakkan Ciamis menyarankan beberapa langkah preventif:
-
Kurangi Aktivitas Pemindahan: Jika kondisi ikan sehat, hindari pemindahan antar-kolam yang tidak mendesak untuk mencegah luka fisik.
-
Kehati-hatian saat Handling: Pastikan jaring atau serokan tidak menyebabkan luka lecet pada ikan.
-
Pemantauan Kualitas Air: Lakukan pengecekan rutin terhadap kadar pH, suhu, dan kadar oksigen di dalam kolam.
-
Jaga Stabilitas pH: Hindari perubahan tingkat keasaman air yang drastis agar daya tahan tubuh ikan tetap terjaga.
Peran Aktif Penyuluh Lapangan
Guna memastikan para pembudidaya memiliki pemahaman yang cukup, Disnakkan Ciamis melalui Penyuluh Perikanan Lapangan (PPL) terus memberikan pendampingan intensif. Aris berharap para pembudidaya lebih disiplin dalam mengelola lingkungan kolam agar risiko serangan penyakit dapat ditekan seminimal mungkin.
“Kami ingin memastikan budidaya ikan air tawar di Ciamis tetap produktif meski menghadapi tantangan musim kemarau. Kedisiplinan pembudidaya dalam menjaga sanitasi kolam adalah kunci utama kesuksesan panen,” pungkas Aris. (HD)





