Genjot Infrastruktur, Pemkab Lebak Gelontorkan Rp75 Miliar untuk Perbaikan 53 Ruas Jalan

RANGKASBITUNG, MATA-PERISTIWA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, bergerak taktis dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah. Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026, Pemkab Lebak resmi menggelontorkan dana jumbo sebesar Rp75 miliar khusus untuk membenahi 53 titik ruas jalan yang tersebar di berbagai wilayah.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak, Hamdan Soleh, membeberkan bahwa puluhan ruas jalan yang masuk dalam target penanganan tahun ini terbagi menjadi dua status kewenangan, yaitu jalan kabupaten dan jalan poros desa.

“Untuk 11 ruas jalan kabupaten dengan total panjang penanganan 13,3 kilometer, kami alokasikan anggaran sebesar Rp47,4 miliar. Sementara itu, dana sebesar Rp27,8 miliar dialokasikan untuk membenahi 42 ruas jalan poros desa dengan panjang pekerjaan mencapai 21,05 kilometer,” urai Hamdan Soleh di Rangkasbitung, Jumat (26/6/2026).

Target Rampung Agustus, Sebagian Paket Masih Proses Lelang

Meskipun pengerjaan fisik di sejumlah titik sudah mulai berjalan, Dinas PUPR Lebak mengakui bahwa belum seluruh paket proyek infrastruktur ini menyentuh tahap konstruksi. Saat ini, beberapa paket kegiatan rekonstruksi jalan masih tertahan di meja administrasi.

Tercatat ada tiga dari delapan paket kegiatan rekonstruksi untuk jalan kabupaten serta belasan jalan desa yang masih dalam tahapan proses lelang terbuka melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Berikut adalah daftar proyek jalan kabupaten yang masih mengantre dalam proses lelang:

“Selain tiga paket jalan kabupaten tersebut, untuk jalan poros desa juga masih tersisa 12 paket lagi yang saat ini belum masuk tahap lelang. Namun, kami menargetkan seluruh penanganan proyek ini bisa selesai tepat waktu pada bulan Agustus mendatang,” ungkap Hamdan optimistis.

Dongkrak Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

Lebih lanjut, Hamdan menjelaskan bahwa akselerasi pembangunan jalan ini bukan sekadar urusan memuluskan jalur transportasi. Keberadaan infrastruktur jalan yang mantap dinilai menjadi urat nadi utama dalam memicu efek berganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan masyarakat Lebak.

Pembangunan ini difokuskan untuk mendukung empat pilar program strategis daerah:

  1. Ketahanan Pangan: Mempercepat mobilitas dan distribusi hasil pertanian dari desa ke kota.

  2. Pengentasan Kemiskinan: Menstimulus pertumbuhan ekonomi lokal guna memotong rantai kemiskinan ekstrem.

  3. Akses Pendidikan: Mempermudah jangkauan siswa menuju fasilitas sekolah.

  4. Layanan Kesehatan: Mempercepat waktu tempuh masyarakat desa menuju pusat-pusat kesehatan terdekat.

(Mata-Peristiwa.ID/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *