Percepat Penanganan DBD, Dinkes Gresik Luncurkan Inovasi Digital SIPEDAS

GRESIK, MATA-PERISTIWA.ID – Dalam upaya menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik resmi meluncurkan SIPEDAS (Sistem Informasi Penyelidikan Epidemiologi DBD Terintegrasi). Inovasi berbasis web ini hadir sebagai solusi digital untuk mempercepat respon tenaga medis dalam menangani temuan kasus DBD di masyarakat.

Mengatasi Tantangan “Waktu” dalam Epidemiologi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, M.M., M.Kes., mengungkapkan bahwa inovasi ini merupakan respons strategis atas tingginya angka kasus DBD. Berdasarkan data, hingga Agustus 2025, tercatat 343 kasus DBD di Gresik dengan dua korban jiwa.

Tantangan utama selama ini terletak pada durasi penyelidikan epidemiologi (PE). Sebelumnya, hanya sekitar 38% kasus yang berhasil ditindaklanjuti dalam waktu kurang dari 24 jam. Keterlambatan ini berisiko memperluas penularan dan memicu Kejadian Luar Biasa (KLB).

Cara Kerja SIPEDAS: Cepat, Integratif, dan Real-Time

SIPEDAS dirancang untuk memangkas birokrasi pelaporan. Alur kerja sistem ini meliputi:

  1. Input Data Instan: Petugas di UGD segera memasukkan data pasien terduga DBD ke dalam sistem.

  2. Notifikasi Otomatis: Sistem secara otomatis mengirimkan data kepada Penanggung Jawab DBD di Dinas Kesehatan dan Puskesmas sesuai domisili pasien.

  3. Tindak Lanjut Lapangan: Petugas Puskesmas, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat segera bergerak ke lokasi untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), larvasidasi, dan edukasi warga.

  4. Monitoring Real-Time: Seluruh data hasil investigasi terintegrasi dalam sistem, sehingga wilayah endemis dapat dipetakan secara akurat untuk pengambilan kebijakan yang lebih efektif.

    Bacaan Lainnya

Bukti Efektivitas Inovasi

Penerapan SIPEDAS telah menunjukkan tren positif. Pada periode Oktober–November 2025, tingkat kecepatan penyelidikan tepat waktu meningkat dari 38% menjadi 55,5%. Untuk tahun 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik mematok target ambisius yakni 70% kasus harus tertangani dengan cepat.

“Inovasi ini adalah bagian dari transformasi digital pelayanan kesehatan di Gresik. Kami ingin menghadirkan layanan yang cepat, responsif, dan berbasis teknologi sesuai dengan semangat Nawakarsa Gresik Sehati,” ujar dr. Mukhibatul Khusnah.

Dengan adanya SIPEDAS, Pemerintah Kabupaten Gresik optimis dapat memutus rantai penularan lebih dini, menurunkan angka kesakitan, dan menekan risiko kematian akibat DBD di wilayahnya. (Et)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *