Warga mulai membersihkan area terdampak secara manual. Namun, proses evakuasi terkendala karena banyaknya bongkahan batu besar dan beton yang sulit dipindahkan.
Garut, mata-peristiwa.id – Tembok penahan tanah (TPT) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dayeuh Handap, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ambruk hingga memicu longsor. Akibatnya, puluhan makam di lokasi tersebut tertimbun material tanah, batu, dan beton yang longsor.
Saat ini, warga mulai membersihkan area terdampak secara manual. Namun, proses evakuasi terkendala karena banyaknya bongkahan batu besar dan beton yang sulit dipindahkan.
Belum diketahui secara pasti jumlah makam yang tertimbun longsor, karena material di area terdampak masih sulit dievakuasi. Warga sekitar bersama keluarga almarhum hanya bisa mengevakuasi reruntuhan yang ringan karena menggunakan alat manual. Sementara untuk batu dan beton yang menutup area pemakaman perlu alat berat.
“Pas kejadianya mendengar suara gemuruh dan getaran, ternyata longsornya di area makam. Sekarang yang dilakukan pembersihan secara manual, dan nanti akhir pekan akan gotong royong membersihan sisa longsoran yang menimbun makam,” kata Evan, warga setempat, Kamis (16/4/2026).
Penanganan longsor di area makam ini belum bisa maksimal karena terbentur anggaran. Masyarakat sekitar akan membersihkan swadaya pada akhir pekan nanti.
“Longsornya sebetulnya sudah 2 pekan, tapi pembersihan perlu menggunakan alat khusus. Baru dibersihkan sebagian, tapi ada perluasan longsor sampai ke badan jalan. Menyampaikan pemerintah katanya terkendala dari anggaran, renovasinya rencananya di anggaran perubahan,” tambahnya.
Usut punya usut, longsor sudah terjadi sejak 2 pekan yang lalu, namun penanganan perlu dinas terkait karena harus ada renovasi area dekat fasilitas jalan umum. Longsoran masih terus terjadi hingga hari ini, seiring hujan deras masih mengguyur kawasan ini. (Red/Irwi)


