SAMPIT, mata-peristiwa.id – Momen tak biasa terjadi di Markas Komando Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kotawaringin Timur, Minggu (19/4/2026).
Seorang ibu rumah tangga yang tengah hamil tiga bulan datang bukan untuk melaporkan kebakaran, melainkan karena keinginan yang terbilang anti mainstream.
Kedatangannya sekitar pukul 13.00 WIB bersama seorang teman sempat membuat petugas terkejut. Pasalnya, permintaan seperti itu jarang terjadi.
“Waktu itu ada ibu-ibu datang bersama temannya, ia mengaku hamil tiga bulan dan ingin bertemu serta berfoto dengan petugas,” ujar Dimas, petugas Damkarmat, Senin (20/4/2026).
Tak hanya berfoto, ibu hamil itu bahkan diajak berkeliling menggunakan mobil damkar di sekitar kawasan markas.
Dimas yang saat itu bertugas sebagai sopir mengatakan, tawaran tersebut langsung disambut antusias.
“Karena tidak ada operasi, kami tawarkan untuk keliling pakai mobil damkar dan langsung disetujui. Kebetulan saya yang jadi sopirnya,” ungkapnya.
Selama perjalanan, sang ibu tampak bahagia. Ia mengaku memang sejak awal ingin mencoba pengalaman naik mobil damkar.
“Di dalam mobil, ibu itu cerita memang ingin ikut keliling. Waktu kami tawarkan, langsung mau,” tambah Dimas.
Usai berkeliling, momen tersebut ditutup dengan sesi foto bersama petugas sebagai kenang-kenangan.
Bagi petugas Damkarmat, kejadian ini menjadi pengalaman yang jarang terjadi.
“Kalau bagi saya ini pengalaman pertama. Tapi kata anggota lain, sebelumnya juga pernah ada warga yang minta hal serupa,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Peleton Damkar Kotim, Febri, menegaskan pihaknya selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama masih dalam lingkup tugas dan fungsi.
“Selagi masih dalam tupoksi kami, kami berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, permintaan unik seperti ini menjadi warna tersendiri di tengah rutinitas petugas yang kerap dihadapkan pada situasi darurat.
Kisah ini pun menunjukkan sisi humanis petugas Damkar, yang tidak hanya sigap dalam penanganan kebakaran dan penyelamatan, tetapi juga mampu menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi masyarakat. (Ardianto/Red)


