CIANJUR, MATA-PERISTIWA.ID – Momentum Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 menjadi panggung penguatan sinergi War on Drugs di wilayah hukum tatar santri. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur secara resmi menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Kapolres Cianjur, AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi.
Penghargaan ini diberikan atas komitmen tinggi, kepedulian, serta langkah taktis kedinasan yang konsisten ditunjukkan oleh Kapolres beserta jajaran dalam mendukung penuh upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kabupaten Cianjur.
Dedikasi, integritas, dan semangat militan yang diberikan oleh pimpinan tertinggi Polres Cianjur tersebut dinilai menjadi inspirasi dan stimulus kuat dalam membangun lingkungan masyarakat yang sehat, aman, dan terbebas dari ancaman laten narkoba.
Akselerasi Melalui Gerakan Ananda Bersinar
Pihak BNNK Cianjur menegaskan bahwa tantangan menyelamatkan generasi muda dari jerat narkotika memerlukan instrumen gerakan yang masif dan terstruktur dari hulu ke hilir.
Oleh karena itu, instansi vertikal ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus bergerak bersama secara dinamis, salah satunya melalui optimalisasi Gerakan Ananda Bersinar (Cianjur Bersih Narkoba).
Terdapat tiga fondasi utama yang diakselerasi melalui gerakan kolaboratif ini:
-
Imunitas Generasi Muda: Membimbing dan membentengi remaja agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, kuat, dan berprestasi tanpa ketergantungan zat adiktif.
-
Deteksi Dini Berbasis Komunitas: Memperluas jejaring informasi dan pengawasan di tingkat desa, sekolah, hingga lingkungan keluarga secara real-time.
-
Penegakan Hukum Progresif: Menindak tegas jaringan pengedar sekaligus mengedepankan aspek rehabilitasi yang humanis bagi para korban penyalahgunaan.
Investasi Strategis Menuju Indonesia Emas 2045
Sinergitas yang harmonis antara Polres Cianjur dan BNNK ini diharapkan mampu menekan angka prevalensi penyalahgunaan narkotika di wilayah Jawa Barat, khususnya Kabupaten Cianjur.
Langkah represif dan preventif yang dilakukan hari ini merupakan investasi jangka panjang untuk menyelamatkan aset terbesar bangsa, yaitu sumber daya manusia, demi menyongsong visi besar mewujudkan Indonesia Emas 2045.
(Mata-Peristiwa.ID/Trs)





