KAB. BEKASI, MATA-PERISTIWA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bekasi menyalurkan bantuan pendidikan masif kepada 4.140 pelajar. Langkah strategis ini diambil guna mendukung keberlangsungan sekolah sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu.
Bantuan dana segar ini disalurkan secara simbolis melalui Program Bekasi Cerdas, bertepatan dengan momentum peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang digelar di Plaza Pemkab Bekasi pada Rabu (24/6/2026).
Para penerima manfaat program ini mencakup siswa-siswi dari berbagai wilayah di Kabupaten Bekasi yang menempuh jalur pendidikan di jenjang berikut:
-
Sekolah Dasar (SD)
-
Madrasah Ibtidaiyah (MI)
-
Sekolah Menengah Pertama (SMP)
-
Madrasah Tsanawiyah (MTs)
Hijrah Menuju Kepedulian Sosial dan SDM Unggul
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa peringatan Tahun Baru Islam harus dijadikan momentum penting untuk memperkuat kepedulian sosial serta mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) daerah. Menurutnya, pendidikan adalah investasi mati untuk mencetak generasi yang kompetitif.
“Melalui momentum ini, mari kita jadikan hijrah sebagai semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik, masyarakat yang lebih peduli, serta bersama-sama membangun Kabupaten Bekasi yang semakin maju dan sejahtera,” ujar Asep Surya Atmaja.
Asep juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para muzakki, donatur, dan seluruh pihak yang terlibat. Kolaborasi ini membuktikan bahwa semangat gotong royong di Kabupaten Bekasi masih berjalan sangat kuat.
Total Anggaran dan Sumber Dana Program
Ketua Baznas Kabupaten Bekasi, Aminnulloh, menjelaskan secara rinci bahwa total anggaran yang digelontorkan dalam Program Bekasi Cerdas kali ini menyentuh angka fantastis, yakni sebesar Rp2,76 miliar. Dana tersebut diwujudkan dalam bentuk bantuan dana pendidikan serta perlengkapan penunjang belajar.
Aminnulloh menambahkan, seluruh anggaran program ini murni bersumber dari dana umat:
-
Penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari masyarakat luas.
-
Kontribusi aktif dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bekasi.
-
Donasi berkala dari para tenaga pendidik di wilayah Kabupaten Bekasi.
“Bantuan ini kami harapkan mampu mendongkrak motivasi belajar sekaligus mendukung keberhasilan akademis para pelajar. Ini adalah komitmen kami untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan,” tutur Aminnulloh.
Melalui stimulus pendidikan ini, Pemkab Bekasi optimis dapat memutus rantai putus sekolah di tingkat dasar hingga menengah. Dukungan penuh terhadap sektor pendidikan menjadi pilar utama dalam mewujudkan generasi Kabupaten Bekasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta siap menjawab tantangan global di masa depan.
(Mata-Peristiwa.ID/Red)





